Home Breaking News Ini Hasil Pertemuan Mendag Dengan Kanada dan AS

Ini Hasil Pertemuan Mendag Dengan Kanada dan AS

172
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan (dari kiri) Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebelum Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2018 di Jakarta, 16 Agustus 2017.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Dalam  Pertemuan  para  Menteri Ekonomi ASEAN  (AEM) ke-49,  Jumat  (8/9/2017),  di  Pasay,  Filipina,  Indonesia melakukan  pertemuan  bilateral  dengan  Kanada dan  United States-ASEAN Business   Council   (US-ABC). Terhadap   Kanada, Indonesia meminta dukungan perdagangan  produk  minyak  kelapa  sawit  (CPO)  dan turunannya,  terutama biodiesel, serta pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Kami meminta Kanada memberikan dukungan kepada Indonesia terhadap produk minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya, khususnya  biodiesel di perdagangan internasional,” kata Mendag Enggartiasto Lukita saat  berdialog  dengan  delegasi Kanada  dipimpin  Parliamentary  Secretary  to  the  Minister  of Internation Trade  Kanada  Pamela  Goldsmith -Jones  yang  mewakili  Minister  of International  Trade François-Philippe Champagne seperti dilansri dalam siaran pers Kemendag di Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Selain itu, Indonesia mendukung dilaksanakannya studi yang komprehensif untuk melihat dampak dari  rencana  pemberlakuan  ASEAN- Kanada  FTA  terhadap pertumbuhan  ekonomi  kedua  belah pihak.

Indonesia  juga  memberikan  dukungan  terhadap  proposal  Kanada  terkait Exploratory  Discussion untuk  pertukaran  informasi  data  perdagangan  dan rezim peraturan antara ASEAN dan Kanada dalam menunjang pelaksanaan studi dimaksud.

“Indonesia sebagai country  coordinator pada  kemitraan  ASEAN- Kanada memandang  Kanada sebagai mitra ASEAN dengan potensi cukup besar untukmendorong pertumbuhan ekonomi ASEAN. Ini ditunjukan  dengan  nilai perdagangan  ASEAN- Kanada yang mencapai  CAD  21,6  miliar  pada tahun 2016.  Keinginan  Kanada  untuk  membentuk  FTA  dengan  ASEAN  merupakan sinyal  positif bagi dunia bahwa ASEAN itu solid,” jelas Mendag.

Mendag  berharap  Kanada  segera  merealisasikan  kerja  sama  peningkatan  UMKM  di ASEAN.  Komitmen tersebut tertuang  dalam  Proyek  Kerja  Sama  Pembangunan  Ekonomi  untuk UMKM  (Canada-OECD  Project  on  ASEAN  SMEs) dan merupakan  salah  satu  bagian  dari  program pertumbuhan ekonomi  yang inovatif dan inklusif ASEAN-Kanada.

Indonesia Salah Satu Tujuan Utama Investasi AS Pada  pertemuan bilateral dengan Delegasi  US-ABC Mendag  menyampaikan  bahwa  Indonesia terbuka sebagai  tujuan  utama  investasi.  Pernyataan  ini  menanggapi  pertanyaan  US-ABC  terkait cara  dan  kepastian berinvestasi di  Indonesia  yang  didasari keinginannya untuk  dapat berinvestasi dan  bekerja  sama di  sektor  farmasi.

Pada  pertemuan  terebut,  Delegasi  US- ABC dipimpin Senior Vice President and Regional Managing Director US- ABC Ambassador Michael W. Michalak.

“Indonesia tidak membatasi investasi. Sebaliknya, Indonesia akan mengeluarkan kebijakan- kebijakan  yang  dapat  mempermudah  investasi  dan  menjadikan Indonesia  sebagai  tujuan  utama investasi,” tandasnya.

Selain   itu, US-ABC   mengajak bekerja   sama dengan industriawan Indonesia  yang memiliki kemampuan di bidang animasi dan pertelevisian yang disambut baik oleh Mendag.

Hal  lain  yang  diutarakan US-ABC adalah keinginannya  untuk memberikan masukan  atas rancangan  undang -undang  sumber  daya  air,  isu  keamanan sistem  pembayaran  dalam  mengatur Gerbang Pembayaran Nasional (National Paymet Gateway/NPG), keterbukaan data, dan peraturan pemerintah mengenai e-commerc. US -ABC menanyakan tanggapan Indonesia untuk bergabung dalam TPP Eleven.

“Saat ini Indonesia masih terus fokus pada Kemitraan Ekonomi Regional Komprehensif (RCEP),” jawab Mendag. (linda)

Komentar

Komentar