Home Breaking News Ini Dia Rekomendasi Kuliner Kaki Lima Jakarta

Ini Dia Rekomendasi Kuliner Kaki Lima Jakarta

630

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Ada hasrat kepengen keluyuran ketika perut kasih kode lagi keroncongan. Bingung mau ke mana? Tak perlu panik. Bagi yang tinggal di Jakarta, banyak pilihan lokasi kuliner yang tak sekadar untuk menambal perut kosong tapi juga jadi tempat refreshing.

Biar tak perlu tawaf keliling Jakarta demi cari lokasi kuliner yang enak dan nikmat, kenapa tidak menjajal daftar di bawah ini. Ketika sudah menemukan daftar rekomendasi kuliner kaki lima Jakarta ini, tak perlu lagi bereksperimen di tempat-tempat tertentu.

Masalahnya ada risikonya juga kalau salah pilih tempat. Apa itu? Kadang berasa sebal kalau mendapat makanan tak cocok di lidah, eh malah ditembak pas mau bayarnya. Dah banyak kejadian bukan! Paling kalau sudah kejadian cuma bisa menggerutu sambil berguman di dalam hati, “Enggak bakalan ada edisi ngulang makan di situ lagi”.

Berikut Nah di bawah ini ada lokasi kuliner yang unik. Sebagian ada yang berstatus kaki lima tapi rasanya tak kalah sama restoran bintang lima. Harga sebenarnya tak masalah selama cocok sama rasa dan sekiranya cukup dengan satu lembar 100ribu Rupiah.

1. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Bagi yang suka kelayapan cari makan, mungkin tempat makan satu ini sudah tak asing lagi. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih bukan sekadar tersohor akan kelezatannya, tapi lokasi kuliner ini terbilang sudah berumur. Mungkin bisa diusulkan ke Gubernur Ahok supaya masuk cagar budaya ya, hehehe.

Kalau lewat Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, selepas maghrib, coba deh buka kaca pintu mobil. Berani jamin bakal langsung mengendus aroma campuran kapulaga dan sereh yang bersumber dari tempat makan ini. Sulit menahan godaan enggak mampir. Apalagi ditambah desakan perut keroncongan.

‘Enggak pake lama!’ Ini enaknya mampir di sini. Tak sampai semenit pesanan sudah datang. Kok bisa? Ya karena si tukang gorengnya memasak secara massal. Tengok saja ke dalam di mana nasi dimasak di wajan berdimensi setengah meter.

Serius lezatnya. Nasi gorengnya dimasak pakai minyak samin jadi aromanya khas. Terus berhadapan dengan sepiring penuh nasi goreng dengan asap yang masih mengepul benar menggugah selera. Ada potongan kambing menyembul di antara nasi membuat pengen buru-buru mengunyah.

Racikan nasi goreng ini banyak yang suka. Hampir tiap hari selalu dipadati pengunjung. Bahkan makin malam makin ramai. Kadang ini bikin apes karena bisa-bisa parkir mobilnya rada jauh. Soal harga, entenglah. Seporsinya paling banter Rp 25 ribu. Tapi itu belum sama minumannya. Paling asyik sih ditemani es jeruk peres. Selain segar, jenis minuman ini bisa bantu nyuci minyak di mulut!

2. Mie Ayam Pangsit Pendi

Tempat makan ini bakalan bikin takjub. Meski statusnya tempat makan kaki lima dan bermodalkan gerobak, tapi pengunjungnya datang dari kalangan atas. Jangan heran kalau melihat mobil mewah seperti Jaguar, BMW sampai Mercy parkir berjejer di depan gerobak. Ya, penikmat mie ayam satu ini datang dari kalangan berada.

Lokasinya terbilang tersembunyi, tepatnya di Jl Kerinci, Mayestik, Jakarta Selatan. Tepatnya di belakang SMP 11 dan SMP 19. Kalau tersasar tinggal tanya saja. Toh, mie ayam ini sudah termasyur dan lumayan lama mangkal di sana sejak tahun 1997. Mie ayam yang dikelola Pak Pandi ini buka sore hari di kisaran pukul 16.00 sampai malam. Tapi jangan kemalamam karena bakal kehabisan.

Kalau sudah mencicipi mie ayamnya bakalan ketagihan. Dahsyat banget enaknya. Yang unik dari mie ayam Pak Pendi ini adalah kuahnya yang bening dan jernih tapi berasa gurih. Daging ayamnya empuk dan berwarna putih. Sementara mienya kurus-kurus dan rada keriting. Terus ada tambahan kecap asin dan saos spesial. Kekhasan lainnya adalah ada daun bawang yang bisa diambil bebas sesuai selera.

Harganya? Jangan kaget kalau lumayan mahal. Bahkan bisa disebut mie ayam Pak Pendi ini paling mahal seantero Jakarta. Seporsinya bisa sampai Rp 30 ribu kalau pakai bakso. Meski kaki lima, soal rasa berani diadu. Dan harganya selevel sama restoran.

3. Sate Ayam & Kambing RSPP

Tak jauh dari mie ayam Pak Pendi, ada satu lagi lokasi kuliner yang rekomen banget. Ya itu, sate ayam dan kambing RSPP. Kenapa disebut begitu? Habis lokasinya persis di depan Rumah Sakit Pusat Pertamina di Jl Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sate ayam dan kambing yang dikelola Haji Romli dan Pak Muri ini benar-benar mantap di lidah. Meski pengunjungnya banyak, tapi cara pengolahannya tetap tradisional. Semua sate dibakar dengan kipas manual alias pakai tangan orang, bukan dengan kipas angin.

Ini sebenarnya senjatanya kenapa satenya terasa lezat. Pasalnya, semua bumbu akan meresap sempurna dan daging terbakar secara merata karena bara tetap menyala konstan kalau dikipasi pakai kipas yang terbuat dari bambu.

Bila diperhatikan seksama, yang jadi khas sate di sini adalah adanya potongan daging gemuk yang disatukan dengan kulit. Ini yang membuat lemak melumer ke seluruh permukaan sate. Di lidah berasa lembut, empuk, dan gurih.

Tinggal pilih saja bumbunya apakah dibenamkan di kecap manis atau bumbu kacang. Sedangkan level kepedasannya bisa diatur tergantung selera. Tiap porsnya terjangkau kok. Sate ayamnya plus lontong di kisaran Rp 20 ribu. Sedangkan sate kambingnya Rp 30 ribu per porsi.

4. Roti Bakar Eddy

Menyebut roti bakar pastinya kurang afdol kalau tak geser ke Roti Bakar Eddy. Tempat makan tenda yang lokasinya tak jauh dari Masjid Al Azhar ini tak pernah sepi. Pengunjung selalu lalu lalang. Makanya, cari parkirnya lumayan rada sulit. Kalau lagi ramai bisa-bisa parkirnya di ujung dan harus jalan sampai 100 meter.

Tempat makan ini buka sejak selepas maghrib sampai subuh. Hebatnya, selama buka itu hampir semua tempat duduk yang tersedia selalu penuh. Kalau tak mau antre mungkin bisa geser ke cabangnya yang sudah tersebar di Jl Ciledug Raya, Jl Prapanca, Kemang, maupun Bintaro Sektor 9.

Sebenarnya yang membuat nyaman di sini adalah warungnya yang berkonsep outdoor. Selain itu, nama menunya unik-unik dan lucu. Bahkan menyerempet ke istilah otomotif.

Sebut saja roti bakar 2TG yang terinspirasi dari mesin mobil Jeep. Menu ini menyajikan roti bakar yang diselipi kornet, telur, dan keju. Lalu ada juga roti bakar burju alias bertaburan keju. Pas bagi yang senang dengan keju. Ada opsi lainnya selain roti bakar yakni pisang bakar, tape bakar, sampi bubur ayam.

Bila berniat mampir, siapkan saja kocek Rp 50 ribu. Sebenarnya mampir ke sini lebih untuk relaksasi ketimbang menguyah makanan.

5. Kedai Sandwich Bakar

Pilihan tempat nongkrong sambil nguyah adalah Kedai Sandwich Bakar. Berlokasi di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, lokasi kuliner ini juga tak pernah sepi. Apalagi ada fasilitas hotspot WiFi gratis membuat pengunjung makin betah di sini.

Sesuai nama maka jualan utamanya adalah sandwich dengan isi yang bervariasi. Cocok banget bagi yang cari alternatif makan yang mengenyangkan selain nasi.

Menu favoritnya adalah sandwich bakar isi smoked beef dan tuna crispy. Selain itu ada pula versi kornet, chicken teriyaki, chicken black pepper. Masih kurang juga? Bisa pilih yang pakai selai kacang atau coklat.

Asyiknya makan di sini adalah adanya pilihan ukuran sandwich. Jadi yang lagi diet atau program pengetatan makan bisa pilih yang berukurang paling kecil. Beda kasus kalau niatnya pengen makan beneran bisa ambil opsi ukurang besar.

Kedai yang buka sampai tengah malam ini juga menawarkan menu selain sandwich. Sebut saja steak, pasta, dan lain sebagainya. Buat budget mampir ke sini cukup Rp 100 ribu. Itu pun masih ada kembaliannya.

6. Kwetiau Akang

“Pasti Kwetiaw Akang yah!” Rata-rata itu komentar orang kalau kita memajang foto makanan kwetiaw di Path, Facebook, atau malah foto profil picture. Wajarlah mengingat lokasi kuliner di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, ini sudah terkenal sejagad raya.

Dari namanya saja ketebak kalau menu andalannya adalah kwetiaw. Tapi ada juga lho menu lain macam nasi siram yang khas rasa dan aromanya. Makanan yang identik dengan etnis Hokkian ini ternyata sesuai dengan lidah orang sini. Tempat makan ini bisa jadi opsi kalau sedang ngebet mencicipi masakan China.

Kwetiaw yang merupakan sejenis mie putih terbuat dari beras ini dimasak berkuah. Nah, yang bikin Kwetiaw Akang ini lebih spesial lagi karena bukan cuma pake daging sapi. Makanan ini juga dicampuri daging kepiting sehingga rasanya gurih-gurih sedep.

Selain itu ada pula menu bihun goreng yang bahan dasarnya bukan dari bihun pada umumnya tapi soun. Jadinya pas di dalam mulut berasa kenyal-kenyal gimana gitu. Per porsinya bisa ditebus Rp 30 ribu. Kalau nambah pasti budgetnya membengkak. Apalagi kalau ajak sohib-sohib.

Komentar

Komentar