Home Breaking News Ini Alasan Mentan Cabut Biaya Subsidi Benih

Ini Alasan Mentan Cabut Biaya Subsidi Benih

251
Tampak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya di Bandung, Sabtu (5/8/2017).

BANDUNG, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, tegaskan kebijakan mencabut biaya subsidi benih justru untuk kebaikan petani. Bahwa Tahun 2015 lalu, hanya 5 persen subsidi benih terserap atau hanya dinikmati oleh sekitar 2 persen saja.

“Kami cabut subsidi benih Rp1 triliun, diganti menjadi pembagian benih unggul gratis yang diberikan secara langsung, seperti benih padi, cabai, jagung kepada seluruh petani di Indonesia,” kata Amran Sulaiman Menteri Pertanian di Bandung, Sabtu (5/8/2017).

Mentan saat itu menghadiri kegiatan masa Reses Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, sekalian Panen Raya 300 ha di hamparan lahan pertanian 6000 ha di Desa Sumber Sari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Meski perubahan kebijakan tersebut, Mentan bangga bahwa hingga kini kita nihil impor jagung, padahal tahun sebelumnya setiap bulan Agustus volume impor jagung mencapai 2 Juta Ton.

“Ini merupakan kerjasama dari semua pihak, kita sepakat kalo negeri ini tidak butuh, jangan impor, kasihan petani, ” tegas Mentan

Selanjutnya Mentan juga memastikan bahwa setiap kebijakan dari Kementan RI, adalah untuk melindungi petani.

“Kepentingan kami saat ini bagaimana petani bisa mendapatkan keuntungan sehingga apabila petani untung APBN nantinya tidak diperlukan lagi. Kami minta hasil produksi dibeli semahal – mahalnya dari petani, tetapi di jual semurah-murahnya untuk konsumen,” paparnya.

Panen Raya yang juga dihadiri oleh Ketua Umum PKB, A. Muhaimin Iskandar dan Sekretaris FPKB DPR RI, Cucun A. Syamsurijal, Mentan memberikan bantuan alsintan kepada 11 Gapoktan di Desa Sumbersari Kab. Bandung berupa 10 unit traktor roda 4, 5 unit traktor roda 2, 18 unit pompa air, 6 unit power treser dan 9 unit cultivator.

Pada kesempatan tersebut Mentan juga melaporkan bahwa musim panen di bulan April hingga September 2017 memiliki kualitas yang sangat bagus.

“Kondisi ini kita pertahankan agar di bulan kemarau ini tidak terjadi paceklik pada buln November, Desember dan Januari,” jelas Mentan

Luas tanam :

Dia juga mengungkapkan bawa periode Juli 2017, target luas tanam 1 juta ha perbulan telah tercapai, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 500 ribu ha per bulan. Jumlah itu diharapkan dapat dicapai pada bulan Agustus dan September, di mana hasil panennya untuk menjaga kestabilan harga pangan di pasaran.

“Kalau tanam 1 juta ha dikalikan dengan jumlah produksi 6 juta ton/ha GKG, maka akan menghasilkan 3 juta ton beras, bahkan surplus 400.000 ton,” urai Mentan. (Ning)

Komentar

Komentar