Home Breaking News Industri Sistem Keamanan Tumbuh Subur di Indonesia

Industri Sistem Keamanan Tumbuh Subur di Indonesia

3714
Darwin Lestari Tan, Dewan Penasihat Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia (Aiskindo)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Industri sistem keamanan kini tumbuh subur di Indonesia, karena dinilai sangat dibutuhkkan, khususnya sekitar 15 tahun terakhir atau setelah terjadinya peristiwa bom Bali.

Setelahnya, penggunaan kamera pengintai atau CCTV meningkat pesat. Penggunaan CCTV makin pesat lagi pada saat tumbuhnya teknologi Internet. Bahkan, kini para pengguna dapat mengakses perangkat CCTV melalui ponsel.

“Kami sadar betapa pentingnya sistem keamanan ini untuk membantu membangun Indonesia yang aman. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa tugas mengamankan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas kita bersama. Misal memasang kamera di depan rumah. Hampir semua tingkatan criminal akhirnya terungkap dari security sistem ini,” kata Darwin Lestari Tan, Dewan Penasihat Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia (Aiskindo) dalam keterangan persnya, Jumat (17/3/2017).

Aiskindo adalah asosiasi baru yang kehadirannya baru digaungkan pada 26 Agustus 2016 dan diresmikan sebagai sebuah asosiasi pada 28 Desember 2016 di Jakarta dan kini memiliki sekitar 300 member terdiri dari perusahaan dan perorangan.

Kehadiran asosiasi ini diharapkan bisa membantu mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan sistem keamanan.

Stefanus Ronald Juanto, Ketua Umum Aiskindo mengatakan, untuk memperluas edukasi tentang sistem keamanan ini, pihaknya akan melakukan penetrasi ke kalangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk memberikan pelatihan.

“Tenaga kerja yang spesifik membidangi sistem keamanan ini masih minim. Begitu mereka lulus sekolah langsung terserap di industri sistem keamanan ini,” ungkapnya.

Ditegaskan, tenaga di bidang security sistem di Indonesia masih minim jumlahnya. Hal ini terjadi karena security sistem belum diakui sebagai bidang keilmuan di Indonesia.

Kondisi itu bertolak belakang dengan fakta di Inggris dan Australia. Di sana jurusan baru khusus security sistem di luar jurusan teknik sipil sudah diajarkan.

“Di Indonesia belum ada tenaga khusus di bidang ini yang siap pakai. Sekarang industry security sistem ini bertumbuh, tapi human resource yang capable belum banyak,” jelas Stefanus Ronald Juanto. (pemi)

Komentar

Komentar