Home Breaking News Industri Pariwisata di Bali Ewes- ewes

Industri Pariwisata di Bali Ewes- ewes

118
Turis lokal dan wisman di Nusa Dua Bali. Foto istimewa.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Industri pariwisata di Bali ewes- ewes dalam beberapa hari ke depan menyusul langkah operator Bandara I Gusti Ngurah Rai, stop operasional dalam dua hari ini, Senin (27/11/2017) hingga Selasa (28/11/2017) menyusul Batuk – batuk Gunung Agung sejak kemarin.

“Yang paling terpukul industri pariwisata. Yaa kita berdoa saja supaya aktivitas Gunung Agung segera berakhir,” ujar Ni Made Arwina, pelaku usaha di daerah Nusa Dua Bali, Senin (27/11/2017).

Senada dikatakan I Gede Mastika, pengusaha setempat. “Bali ini kan hidup dari pariwisata. Jadi kalau ada sedikit saja masalah pasti dampaknya besar. Yaa seperti Gunung Agung ini. Kita pengusaha pasti rugi besar. Bandara kan ditutup, jadi pariwisata gak bisa datang. Kemudian yang di sini juga mereka was- was. Kita sama- sama berdoa supaya ini segera berakhir,” pintanya.

Dia memastikan semua pelaku usaha merasakan dampak ini dan kerugiannya sangat. “Ya pasti. Kerugian kita angkanya entahlah, tapi pasti besar. Apapun  usahanya, pedagang makanan, cafe, resto, hotel, bis travel, taxi atau apapun, ikut merasakan. Ini sangat besar dampaknya. Karena Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hari ini resmi stop operasional selama 24 jam. Turis baru gak bisa masuk dan turis yang sedang di Bali pasti bertahan di hotel, gak berani keluar,” tandasnya.

Sebelumnya Kabid Humas PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim, Selasa di Bali (28/11/2017) pagi ini mengatakan : “Membahayakan penerbangan karena ruang udara tertutup debu vulkanik,” ujarnya.

Penutupan bandara yang merupakan pintu gerbang pariwisata internasional terbesar ini kata dia berlaku sejak pukul 07.15 WITA hingga pukul 07.00 WITA pada Selasa esok (28/11/2017). (putu)

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar