Home Breaking News Industri Manufaktur Sumbang Pajak 31 Persen Lebih

Industri Manufaktur Sumbang Pajak 31 Persen Lebih

73
Mengatur keuangan. (Foto: IDN)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Diklaim pelampaui sumbangan pajak 31 persen, industri manufaktur dan pengolahan andil besar bagi pajak penghasilan (PPh) nonmigas setiap tahun kepada negara. Sepanjang 2017, penerimaan pajak dari sektor manufaktur ini tercatat tumbuh 17,1 persen.

‘Tidak hanya penyumbang terbesar pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, industri manufaktur juga memberikan kontribusi tertinggi penyetor pajak. Artinya, mereka juga menunjukkan kepatuhan wajib pajak’, kata Menteri Perindustrian Airlangga di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Laporan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan pajak tahun 2017 menyentuh Rp1,151 triliun. Adapun PPh dari sektor nonmigas sebesar Rp596,89 triliun.

Industri pengolahan kontributor tertinggi bagi penerimaan PPh nonmigas, tahun ini mencapai 31,8 persen diikuti sektor perdagangan 19,3 persen, jasa keuangan 14 persen, dan pertanian 1,7 persen.

Sementara itu, tiga sektor berkontribusi besar terhadap PDB, yaitu industri pengolahan 22 persen, perdagangan 13,8 persen dan pertanian 13,8 persen.

‘Aktivitas industri konsisten membawa multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian Indonesia’, jelas Menperin.

Sumbangsih tersebut, lanjutnya, melalui peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

‘Kementerian Perindustrian fokus menjalankan kebijakan hilirisasi industri’, tegas Airlangga menambahkan.

Juga peningkatan nilai tambah ini dari industri berbasis agro dan tambang mineral yang menghasilkan berbagai produk hilir seperti turunan kelapa sawit dan stainless steel.

Untuk jumlah ragam produk hilir kelapa sawit, meningkat menjadi 154 produk sepanjang tahun 2015-2017 dibanding tahun 2014 sekitar 126 produk. (linda)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar