Home Breaking News Industri Ditargetkan Serap 16,3 Juta Buruh Tahun 2017

Industri Ditargetkan Serap 16,3 Juta Buruh Tahun 2017

376
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tampak berbincang serius dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yorrys Raweyai.

SURABAYA, CITRAINDONESIA.COM- Jumlah tenaga kerja (buruh) sektor industri nasional ditargetkan menyerap 16,3 juta tahun 2017 ini, untuk mempercepat program pembangunan.

“Khusus di sektor industri, kami tengah menyiapkan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan dunia usaha melalui pelatihan dan pendidikan vokasi. Hal ini sesuai instruksi Bapak Presiden Joko Widodo, termasuk mendorong industrialisasi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara HUT ke-44 Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Hari Pekerja Indonesia di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/2/2017).

Sekedar tahu, Airlangga berada di Sidoarjo, dalam rangka HUT Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur 19 Februari 2017. Turut hadir, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yorrys Raweyai, Ketua DPD KSPSI Provinsi Jawa Timur Achmad Fauzi, Bupati Sidoarjo H. Saiful Illah, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf dan lainnya.

Pada kesempatan itu kata Airlangga, sasaran utama pembangunan industri nasional pada tahun 2017, antara lain pertumbuhan industri pengolahan non-migas sebesar 5,5 persen.

“Peningkatan jumlah tenaga kerja industri menjadi 16,3 juta orang,” tegasnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, jumlah tenaga kerja berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada tahun 2016 mencapai 120.647.697 orang, di mana yang bekerja di sektor industri sebanyak 15.975.086 orang dengan kontribusi terbesar dari Provinsi Jawa Barat sekitar 3.892.044 orang (24,93%), Jawa Tengah 3.219.793 orang (20,16%), dan Jawa Timur 2.948.203 orang (18,46%).

Kemenperin tahun ini menerapkan link and match antara SMK dengan industri di Jawa Timur, yang diperkirakan dapat menghasilkan sebanyak 75.000 tenaga kerja terampil per tahun.

Sementara itu, di Jawa Barat dan Jawa Tengah, ditarget menghasilkan 175.000 tenaga kerja terampil per tahun.

“Dengan persaingan yang semakin ketat saat ini, kami berharap agar para pelaku industri dapat selalu meningkatkan kompetensi tenaga kerjanya dalam rangka peningkatan daya saing, khususnya melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi industri,” jelas Plt. Sekjen Kemenperin Haris Munandar.

Langkah strategis tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri. Regulasi yang ditandatangani oleh Menperin Airlangga ini berlaku sejak tanggal 27 Januari 2017.

“Untuk SMK dan pendidikan tinggi vokasi di lingkungan Kementerian Perindustrian, telah diarahkan kepada pola pembelajaran berbasis spesialiasi dan kompetensi yang dilengkapi dengan teaching factory,” papar Haris. Kemenperin juga melaksanakan program 3in1, yakni pelatihan, sertifikasi, dan penempatan yang bekerja sama dengan perusahaan dan asosiasi industri.

“Kami melihat, kebutuhan tenaga kerja industri kompeten saat ini sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya animo dunia industri terhadap lulusan dari lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh Kemenperin,” ungkap Haris. (sup)

Komentar

Komentar