Home Breaking News Industri dan Pertanian Penyumbang Terbesar PDB Indonesia

Industri dan Pertanian Penyumbang Terbesar PDB Indonesia

73
Warga pendatang asal Jawa Tengah memanen sawit di salah satu perkebunan di Arso, Keerom, Papua. (Foto: Kompas)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Sektor industri tetap penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia atau Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2017 sebesar 20,16 persen, disusul sektor Pertanian sebesar 13,14 persen.

‘Kementerian Perindustrian terus mendorong investasi dan ekspansi di sektor manufaktur agar semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional’, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika ditemui di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Berikut sektor penyumbang terbesar PDB kuartal IV sesuai data BPS sbb ;

  1. Industri pengolahan nonmigas adalah sebesar 5,14 persen pada kuartal IV tahun 2017, lebih tinggi dari tahun 2016 sekitar 3,91 persen.
  2. Sektor pertanian 13,14 persen,
  3. Perdagangan (13,01%),
  4. Konstruksi (10,38%),
  5. Pertambangan (7,57%).

Subsektor dengan pertumbuhan tertinggi kuartal IV/2017 sbb ;

  1. Industri makanan dan minuman sebesar 13,76 persen,
  2. Industri mesin dan perlengkapan 9,51 persen,
  3. Industri logam dasar 7,05 persen,
  4. Industri tekstil dan pakaian jadi 6,39 persen.

Capaian tersebut di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,07 persen sepanjang tahun 2017.

Airlangga, fokus memacu kinerja industri padat karya berorientasi eskpor, seperti sektor tekstil, clothing, dan footwear tetap andalan karena daya saingnya tinggi.

BPS juga mencatat, industri pengolahan merupakan sektor andalan dalam menyumbang nilai ekspor Indonesia.

Pada tahun 2017, nilai ekspor industri pengolahan sebesar USD125 miliar. Angka tersebut memberikan kontribusi tertinggi hingga 76 persen dari total nilai ekspor Indonesia mencapai USD168,73 miliar.

‘Tren ekspor industri terus meningkat. Kami berharap, tahun ini bisa memenuhi target sebesar USD135 miliar atau naik sekitar delapan persen dari perolehan tahun 2017. Dan, kami proyeksikan bisa mencapai USD143,22 miliar pada tahun 2019’, paparnya. (linda)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar