Home Breaking News Indonesia-Iran Bahas Kerja Sama Energi Hingga Drone

Indonesia-Iran Bahas Kerja Sama Energi Hingga Drone

412

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melakukan kunjungan kerja ke Iran pada 26-27 Februari 2017 untuk membahas kerja sama energi hingga drone (pesawat tanapa awak).

“Saya telah bertemu dengan Presiden Hassan Rouhani dan menyampaikan surat dari Presiden Joko Widodo guna mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Iran,” katanya melalui siaran pers, Senin (27/2/2017).

Pertamina ajukan proposal pengelolaan pada ladang minyak di Ab Teymour dan Mansouri, di Provinsi Bangestan, Iran kepada National Iranian Oil Company (NIOC).

Darmin yang didampingi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan sejumlah pejabat terkait serta jajaran eksekutif dari BUMN dan pengusaha nasional.

Di Tehran, rombongan bertemu dengan Presiden Republik Islam Iran, Y.M. Hassan Rouhani, Wakil Presiden Bidang Ilmu Pengetahuan, Y.M. Sorena Sattari, serta melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Bank Sentral Iran, Menteri Perminyakan dan Menteri Informasi dan Teknologi Komunikasi.

Kedua negara sepakat untuk mempererat kembali hubungan ekonomi bilateral karena sempat mengalami stagnasi selama pengenaan sanksi ekonomi atas isu nuklir oleh Barat kepada Iran. Selain itu, pejabat kedua Negara juga membahas berbagai isu sektor energi, perdagangan, investasi, keuangan, hingga ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Salah satu topik utama dalam kunjungan kerja ini adalah penyampaian proposal pengelolaan pada 2 ladang minyak di Ab Teymour dan Mansouri, Provinsi Bangestan, Selatan Iran oleh Pertamina kepada National Iranian Oil Company (NIOC).

Berdasarkan hasil studi Pertamina, secara umum potensi cadangan pada masing-masing ladang minyak mencapai lebih dari 1,5 miliar barrel dengan potensi produksi yang dapat ditingkatkan hingga lebih dari 200 ribu barrel per hari per ladang minyak.

Selanjutnya pada sektor energi juga sedang dijajaki rencana pembelian LNG dengan harga yang kompetitif untuk pemenuhan kebutuhan domestik khususnya untuk pembangkit listrik, kawasan industri (petrokimia dan pupuk) dan kawasan ekonomi khusus. Pihak Indonesia juga mengundang investor Iran untuk berinvestasi pada pembangunan kilang minyak di Indonesia.

Berikutnya juga dibahas mengenai kerja sama sektor keuangan dan perbankan, yang intinya ingin mewujudkan transaksi keuangan yang semakin aman, cepat dan mudah antar kedua negara pasca pelonggaran sanksi ekonomi.

Dalam kunjungan ini juga ditandatangi nota kesepahaman antara Bank Indonesia dan Bank Sentral Iran terkait kebanksentralan (moneter,makroprudensial dan sistem pembayaran) melalui pembentukan policy dialogue, pertukaran informasi serta capacity building.

Di samping itu, pada sektor perdagangan dan investasi juga sedang didorong penyelesaian pembahasan preferential trade agreement (PTA) yang bertujuan untuk mengeliminasi hambatan tarif produk kedua negara.

Hal itu dinilai penting agar daya saing produk unggulan Indonesia seperti, CPO, kopi, karet, tekstil dan kertas bisa ditingkatkan. “Kita juga ingin menjadikan Iran tidak hanya sebagai pasar namun juga hub di kawasan Asia Tengah dan Timur Tengah,” kata Darmin.

Sektor lainnya yang turut dibahas selama kunjungan kerja ini adalah kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi, dan industri strategis. Khusus pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kedua negara sepakat untuk memberikan perhatian pada kerja sama teknologi nano, bioteknologi dan pengembangan science technopark.

Sedangkan pada industri strategis, kedua negara akan mendorong penguatan kerja sama pada bidang perawatan mesin pesawat terbang, research & development dan pengembangan helikopter dan drone untuk kebutuhan sipil. (pemi)

Komentar

Komentar