Home Breaking News Indonesia-Australia CEPA Selesaikan Perundingan Akhir Tahun 2017

Indonesia-Australia CEPA Selesaikan Perundingan Akhir Tahun 2017

129
Perundingan Putaran Ke-4 IA CEPA berlangsung tanggal 23-26 Agustus 2016 di Sheraton on the Park hotel, Sydney. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deddy Saleh selaku Ketua Perundingan, dan delegasi Australia dipimpin oleh Frances Lisson. (Foto : Kemendag)

CANBERRA, CITRAINDONESIA.COM- Indonesia dan Australia kembali melanjutkan perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada 31 Juli – 4 Agustus 2017, di Canberra, Australia.

Pada perundingan putaran ke-8 ini, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deddy Saleh, sementara Delegasi Australia dipimpin oleh Trudy Witbreuk. Perundingan ini merupakan tindak lanjut perundingan yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta pada 22-26 Mei 2017 lalu.

“Indonesia dan Australia berkomitmen menyelesaikan negosiasi tahun ini. Pada pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Turnbull di sela-sela G20 Summit di Hamburg awal Juli lalu, kedua Kepala Negara menegaskan kembali agar negosiasi IA-CEPA dapat diselesaikan di akhir tahun 2017 sehingga perjanjian dapat segera diberlakukan. Tim perunding kedua negara saat ini lebih mengintensifkan pertemuan, dari yang sebelumnya bertemu secara resmi setiap empat bulan sekali menjadi dua bulan sekali, ditambah dengan pertemuan intersesi sesuai kebutuhan baik langsung maupun korespondensi,” ungkap Deddy melalui siaran pers kepada citraindonesia.com, d Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Isu-isu utama IA-CEPA yang dibahas dalam putaran ke-8 adalah perdagangan barang (termasuk ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitasi perdagangan, hambatan teknis perdagangan, serta sanitasi dan fitosanitasi), perdagangan jasa (termasuk jasa keuangan, pergerakan perseorangan, jasa keuangan, telekomunikasi), investasi, perdagangan elektronik, dan ketentuan kerangka kelembagaan.

“Salah satu program positif bagi Indonesia adalah kerja sama ekonomi sebagai pilar penting, sehingga Indonesia dapat memanfaatkan kesepakatan IA-CEPA dengan maksimal dan menjadikan ekonomi Indonesia lebih berdaya saing. Program tersebut tengah dibahas dalam bentuk perjanjian. Di dalamnya termasuk program peningkatan kerja sama di bidang VET (Vokasi, Edukasi, dan Training) guna meningkatkan keahlian para pekerja Indonesia agar siap mengisi lapangan kerja dengan lebih produktif,” tegas Deddy.

Masih dalam rangkaian perundingan, hari ini, Kamis (3/8) diadakan business luncheon dengan para anggota Indonesia-Australia Business Partnership Group (IA-BPG) yang merupakan perwakilan kedua negara. Pertemuan ini dimaksudkan memberikan perkembangan terkini IA-CEPA dan meminta masukan dari sektor bisnis kedua negara.

“Kedua negara memiliki komitmen kuat untuk segera menyelesaikan perundingan dengan tetap menjaga kualitas hasil perundingan berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Keseimbangan inilah yang sedang dicari kedua delegasi sehingga masing-masing pihak akan merasa memiliki perjanjian ini nantinya,” ungkap Deddy.

Sore harinya, rangkaian pertemuan dilanjutkan dengan Business Forum dan networking reception yang diselenggarakan oleh Australia-Indonesia Business Council (AIBC).

“Business Forum dan Networking ini merupakan salah satu upaya kedua delegasi untuk melibatkan sektor swasta sejak awal. Tujuannya adalah mendapatkan masukan konstruktif dan memahami peluang-peluang yang muncul dari perjanjian IA-CEPA di masa depan, sekaligus mengantisipasi tantangan yang akan dihadapi. Tantangan tersebut dapat dicari solusinya, misalnya melalui program kerja sama ekonomi,” pungkas Wakil Ketua Perunding Indonesia sekaligus Direktur Perundingan Bilateral Kemendag, Made Marthini. (*)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar