Home Breaking News Indonesia Ada Nikahsirri “Dunia Walle” Luar Negeri AGB Kencan Om-om Mapan

Indonesia Ada Nikahsirri “Dunia Walle” Luar Negeri AGB Kencan Om-om Mapan

203
kencan om- om dengan gadis ABG yang kerap berakhir dengan nikah siri.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Indonesia Ada Nikahsirri “Dunia Walle” alias dunia acakadut. Nah, di luar negeri ada juga situs AGB kencan dengan om-om papan. “Ini jalan tol menuju api neraka”. Hati- hati Anda!

Di lansir dari bbc, ada kampanye iklan di laman website menganjurkan para mahasiswi untuk memacari pria-pria mapan agar bisa membiayai kuliah. Ini memicu gelombang kemarahan di berbagai universitas di Belgia.

Kisahnya begini. Mobil-mobil van yang berkeliling di sekitar universitas-universitas tersebut menampilkan berbagai pesan seperti “Hei mahasiswa! Tingkatkan taraf hidup Anda” dan “Mau dapat uang kuliah? Kencan saja dengan sugar daddy (sebutan untuk pria-pria yang lebih tua umurnya dan mapan, aias ‘om senang’)”.

Para politisi dan pihak universitas tengah mengambil tindakan hukum untuk menghentikan kampanye tersebut.

Aplikasi sugar daddy di Inggris menyebutkan website mereka sudah dimanfaatkan oleh para mahasiswi, namun pihak berwenang di Belgia dan Norwegia mencurigai berbagai strategi yang digunakan oleh laman yang diberi nama, Rich meet Beautiful (Si Kaya Ketemu si Cantik)untuk menarik para perempuan muda.

Selain mobil van yang membawa poster-poster tak senonoh, laman website itu juga mengeluarkan siaran pers yang mengklaim bahwa pihaknya bertujuan untuk merekrut 300.000 warga negara Belgia pada akhir tahun 2018.

Sigurd Vedal, pria asal Norwegia yang berada di balik pembuatan website tersebut, mengatakan kepada media Belgia bahwa situsnya sama sekali tidak mempromosikan pelacuran, walaupun dia tak menyanggah uang adalah bagian dari setiap hubungan.

Kepala eksekutif website tersebut berpendapat bahwa hal itu tidak melanggar undang-undang kesetaraan. Para perempuan, katanya, mencari pria-pria yang memiliki kekuasaan dan cerdas.

“Sejak adanya kisah Fifty Shades of Grey, para perempuan bisa lebih bebas dan mampu mengemukakan tuntutannya,” katanya seperti dikutip oleh media.

Federasi Wallonia-Brussels, yang mewadahi komunitas berbahasa Prancis di Belgia, mengatakan akan menuntut website yang telah mendorong prostitusi tersebut. Pihak Universite Libre de Bruxelles (ULB) juga telah mengadukan hal ini kepada badan yang mengatur periklanan Belgia.

Prof Corinne Torrekens dari ULB terkejut dengan keberhasilan kampanye iklan tersebut, dia mengatakan kenyataannya situs semacam itu memang tak lebih dari pelacuran mahasiswa.

Tindakan serupa dilakukan di daerah Belgia berbahasa Belanda. “Tidak diragukan lagi, perusahaan di balik kampanye agresif dan tercela ini terlibat dalam pelacuran para mahasiswi,” kata Bianca Debaets, Menteri Kesetaraan di wilayah Brussel. Dia mengecam foto yang digunakan dalam kampanye itu sebagai poster yang seksis dan merendahkan martabat.

Pihak berwenang di kota Louvain menekankan bahwa kampanye iklan itu tidak diterima di sana, sebut media Belgia. Awal bulan ini, ombudsman konsumen Norwegia mengatakan bahwa kampanye di berbagai poster, Facebook dan YouTube harus dibatalkan atau segera diubah karena melanggar peraturan periklanan mengenai diskriminasi seksual.

Vedal berpendapat saat itu, kampanye tersebut tidak melanggar hukum karena ditujukan pada pria dan perempuan. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa iklan itu tidak “mengeksploitasi tubuh salah satu jenis kelamin atau menyampaikan penilaian ofensif atau penghinaan terhadap perempuan atau pria”. (*/ling)

Komentar

Komentar