Home Breaking News Indeks Stoxx Ditutup Melemah 1 Persen, Sektor Kesehatan Tertekan

Indeks Stoxx Ditutup Melemah 1 Persen, Sektor Kesehatan Tertekan

583

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pada hari ini, Rabu (8/3/2017), sektor kesehatan menjadi hambatan utama atas pada indeks Stoxx dengan penurunan 1 persen (%) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada akun Twitternya akan bekerja pada sistem baru untuk meningkatkan kompetisi dan menurunkan harga obat, seperti yang dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (7/3/2017), bursa saham Eropa ditutup melemah karena saham produsen obat internasional tertekan setelah ‘kicauan’ Presiden AS Trump mengenai penurunan harga obat.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,27% atau 1 poin ke level 372,27 setelah diperdagangkan pada kisaran 371,60 – 373,45.

Saham kesehatan berkapitalisasi besar seperti Novartis, Roche, Shire dan Sanofi merosot antara 0,8-2,3%.

Juga turut menambah sentimen negatif, data ekonomi Jerman menunjukkan bahwa pesanan industri jatuh 7,4% pada Januari, penurunan bulanan terbesar dalam delapan tahun terakhir menyusul penurunan permintaan zona domestik dan euro.

Sementara, 3 saham menjadi penekan utama indeks Stoxx setelah melaporkan laporan keuangan, dengan Aggreko jatuh 12,9% setelah penyedia listrik sementara Inggris melaporkan pendapatan yang lebih rendah.

Saham Paddy Power Betfair dan peritel Perancis Casino Guichard keduanya melemah lebihdari 5% setelah melaporkan kinerja laba yang negatif.

Di sisi lain, saham Just Eat melonjak 4,6% setelah perusahaan pengiriman makanan daring ini membukukan kenaikan pendapatan hampir dua kali lipat, sementara emiten telekomunikasi Perancis Iliad naik lebih dari 1% menyusul penguatan laba inti.

Musim laporan keuangan di Eropa sejauh ini relatif kuat, dengan 55% dari emiten di pasar regional membukukan laba positif, menurut data Eikon.

“Kami masih cukup percaya diri di pasar Eropa. Ada ruang lingkup lebih besar untuk penguatan lebih lanjut namun sepertinya volume sedikit rendah karena semua invesetor menunggu pengumuman (suku bunga) dari AS,” ujar, trader Berkeley Capital, John Moore. (pemi)

Komentar

Komentar