Home Breaking News Indef Ragukan Data Pangan BPS

Indef Ragukan Data Pangan BPS

97

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Sri Hartati, mengatakan, jika harga pangan stabil, maka hampir bisa diyakinkan bahwa daya beli masyarakat telah mengalami recovery (pulih).

“Menstabilkan harga pangan butuh suatu koordinasi. Di dalam APBN sudah ada porsi untuk meningkatkan produktivitas pangan yang angkanya luar biasa. Itu sebabnya anggaran Kementerian Pertanian naik 100% pada 2015,” ujarnya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Ia menambahkan, masih belum terlambat untuk menagih pemerintah terkait peningkatan produktivitas pangan dan singkronisasai datanya. Dan ini penting untuk dilakukan.

Sri mengaku meragukan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa pada triwulan II-2015 sektor pertanian tumbuh 6,6%, sementara harga pangan melonjak.

“Ini sangat tidak masuk akal” tegasnya.

Ia juga menyoroti fakta bahwa ketika harga pangan meningkat, nilai tukar petani (NTP) turun.

“Ini lebih kacau lagi,” pungkasnya. (her)

Komentar

Komentar