Home Breaking News ‘Impor Versus’ Panen Petani Karawang Setara 1,18 Juta Ton Beras

‘Impor Versus’ Panen Petani Karawang Setara 1,18 Juta Ton Beras

132
Panen petani Karawang

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Gapoktan Srimulya di Lumbung Beras Kabupaten Kawarang sedang Panen Raya Padi 540 hektare dengan tingkat produktivitas rata-rata 6,89 ton per hektare setara 3,78 ribu ton padi atau sekitar 1,18 juta ton Beras awal tahun ini.

‘Kami sudah panen beberapa hari ini sampai 10 hari ke depan’, ujar H. Narim, Ketua Poktan Harapan, anggota Gapoktan Srimulya saat ditemui dilokasi panen, Minggu (14/1/2018).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi bersama Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini menyaksikan langsung panen ikut gembira.

‘Kita bisa melihat sendiri, ternyata areal persawahan yang dipanen dan siap panen masih banyak’, ujar Agung. Di sini tidak ada paceklik’.

Banun Harpini, penanggung jawab program upsus pajale Provinsi Jawa Barat, mengatakan : ‘Panen ini kita melihat langsung, tidak hanya di areal persawahan yang siap panen, juga di gudang-gudang dan tempat penggilingan gabah petani’, ujarnya.

Menurutnya adanya panen padi ini, menunjukan pemerintah masih banyak memiliki stok gabah dan beras untuk memenuhi konsumsi masyarakat, karena pasokan beras cukup dan harganya relatif stabil.

Sementara itu Kadis Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi mengatakan pada tahun 2017 luas panen di Karawang 160.983 hektar, produktivitas rata-rata 6,89 ton per hektar, sehingga total produksi mencapai 1.1 juta ton.

‘Dengan jumlah penduduk Karawang 2,3 juta jiwa, dan kebutuhan beras mencapai 187.000 ton per tahun, kami surplus 508.215 ton’, jelasnya.

Mengantisipasi dampak paceklik, pemerintah telah menyalurkan bantuan cukup banyak ke petani, seperti pompa air, traktor dan benih berkualias, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lainnya.

Petani Desa Sri Kamulyan, H. Ita mengungkapkan, perhatian dan bantuan pemerintah memang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.

Bantuan diterima antara lain berupa pompa air, transplanter dan traktor. Dengan bantuan tersebut membuat tanaman padi berhasil dipanen dengan hasil 7 ton per hektar.

‘Dulu ketika musim paceklik seperti ini, produktivitasnya hanya 4,5 ton per hektar. Namun setelah ada program pemerintah, hasil panen lebih bagus’, ungkapnya.

Data Kementan, luas tanam padi secara nasional pada Juli – September 2017 mencapai 1,0 – 1,1 juta hektar perbulan. Ini berarti naik dua kali lipat dari tahun sebelum ada program Upsus hanya 500 ribu hektar perbulan.

Total panen padi di bulan Desember 2017 ini seluas 1,1 juta hektar dengan hasil mencapai 6 juta ton GKG atau 3 juta ton beras. Produksi ini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional 2,6 juta ton dan berarti surplus 0,4 juta ton.

Peningkatan luas tanam musim kering Juli -September naik dua kali lipat merupakan solusi permanen dari dampak Program Upsus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyelesaikan rehabilitasi jaringan irigasi tersier 3,4 juta hektar atau 113%, pembangunan 2.278 unit embung/dam parit/ long storage, perluasan dan optimasi lahan 1,08 juta hektar, pengembangan lahan rawa 367 ribu hektar, mekanisasi dengan bantuan alsintan traktor, pompa, rice transplanter, combine harvester 284.436 unit naik 2.175 persen dari tahun 2014. Kemudian, bantuan benih 12,1 juta hektar, pupuk bersubsidi 27,64 juta ton serta asuransi usaha tani padi 1,2 juta hektar. (linda)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar