Home Breaking News IHSG Rebound, Dibuka Menguat 0,13 Persen

IHSG Rebound, Dibuka Menguat 0,13 Persen

907
Seorang pialang sedang memantau pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (Foto: Badia Andrew/citraindonesia.com)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pada awal perdagangan hari ini, Selasa (21/3/2017), pukul 8.55 WIB, indeks harga saham gabungan (IHSG) rebound, dibuka menguat 0,13 persen (%) atau 7,05 poin ke level 5.541,05.

Sebelumnya, Senin (20/3/2017), IHSG ditutup melemah 0,12% atau 6,44 poin ke level 5.533,990,40% setelah dibuka menguat 0,22% atau 11,96 poin ke posisi 5.552,39.

Sepanjang perdagangan kemarin IHSG bergerak pada kisaran 5.510,27 – 5.566,93.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup menguat 22,19 poin ke level 5.540,43, level penutupan tertinggi sepanjang masa.

Dari 540 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 149 saham menguat, 163 saham melemah, dan 228 saham stagnan.

Lima dari sembilan indeks sektordal memberikan tekanan pada IHSG pada perdagangan hari ini, dipimpin oleh sektor perdagangan dan properti dengan pelemahan masing-masing 0,67%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berakhir naik 0,55% atau 0,05 poin ke 483,50 setelah dibuka dengan penguatan 0,22% di atau 1,07 poin di posisi 484,52.

Di pasar regional, mayoritas bursa saham terpantau mixed indeks FTSE Straits Time melemah 0,38%, indeks SE Thailand menguat 0,37%, indeks FTSE Malay KLCI menguat 0,24% dan indeks PSEi Filipina melemah 0,39%.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan pelemahan IHSG ini dipicu oleh beberapa sentimen, di antaranya pertemuan negara-negara G20 di Baden-Baden, Jerman, yang tidak berhasil mencapai kesepakatan dalam perdagangan bebas.

Selain itu, lanjutnya, faktor turunnya harga minyak dunia yang disebabkan oleh meningkatnya aktifgitas pengeboran minyak juga turut menekan indeks.

“Pemerintah RI maupun para pelaku pasar masih menantikan pengumuman S&P yang hingga saat ini masih belum meningkatkan peringkat Indonesia menjadi investoment grade, padahal kondisi perpolitikan dalam negeri masih stabil,” lanjutnya, Senin (20/3/2017). (*)

Komentar

Komentar