Home Breaking News IHSG Dibuka Naik 11,96 poin ke level 5.552,39

IHSG Dibuka Naik 11,96 poin ke level 5.552,39

900
Seorang pegawai sedang melintasi ruangan utama Bursa Efek Indonesia (Foto: Badia Andrew/citraindonesia.com)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 0,22% atau 11,96 poin ke level 5.552,39 pada pembuka perdagangan awal pekan ini, Senin (20/3/2017), pukul 08.55 WIB.

Sebelumnya, Jumat (17/3/2017), reli IHSG berlanjut pada penutupan perdagangan hari kelima, yakni ditutup menguat 0,40% atau 22,19 poin ke level 5.540,43, level penutupan tertinggi sepanjang masa setelah sebelumnya berakhir di level tertinggi sejak April 2015.

Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG bergerak di kisaran paling rendah 5.499,39, kemudian menyentuh level 5.557,98 pada pukul 09.02 WIB.

Dari 540 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 157 saham menguat, 151 saham melemah, dan 232 saham stagnan.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir positif, dipimpin oleh sektor tambang (+1,40%) dan finansial (+1,06%).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berakhir naik 0,55% atau 2,66 poin ke 483,45 setelah dibuka dengan penguatan 0,60% di posisi 483,69.

Di pasar regional, mayoritas bursa saham terpantau ikut reli dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,31%), indeks SE Thailand (+0,10%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,46%), dan indeks PSEi Filipina (+0,91%).

Seperti dilansir Bloomberg, pencatatan rekor IHSG ditopang oleh aliran dana asing masuk setelah Federal Reserve memberikan nada dovish pertengahan pekan ini.

Investor asing mengalirkan sekitar US$138 juta ke dalam pasar saham lokal kemarin, aliran dana masuk terbesar dalam satu hari sejak Oktober.

Para investor mendapat sinyal bullish pada Rabu, ketika sejumlah pejabat The Fed melakukan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin seperti yang telah diprediksi. Meski demikian, bank sentral AS tersebut mengisyaratkan tidak akan mempercepat laju pengetatan berikutnya seperti yang diharapkan oleh sejumlah investor.

“Pernyataan The Fed telah membantu menghilangkan kehawatiran sebelumnya tentang kemungkinan langkah kenaikan yang lebih agresif. Hal ini memicu arus masuk ekuitas. Reli kemungkinan berlanjut seiring perkiraan pertumbuhan EPS sebesar 25% untuk 2017,” ujar Jemmy Paul, direktur investasi di PT Sucorinvest Asset Management.

Menurutnya, indeks dapat mencapai level 6.100 pada akhir tahun ini. (*)

Komentar

Komentar