Search
Friday 19 December 2014
  • :
  • :

Ibu-ibu Batak Manortor di Depan Kantor Konsul Malaysia di Medan

Tortor itu darah daging orang Batak

Tortor itu darah daging orang Batak

CitraIndonesia.Com: Kesal dengan klaim Malaysia, ibu- ibu dan tetua adat di Manortortor di depan kantor Konsulat Malaysia di Medan (Sumut), Rabu (20/6/2012).

“Ini sebagai pelampiasan. Kok serakahnya Malaysia mengklaim budaya orang batak,” kata Ny Maringan Sitorus. Tarian tortor ini sebagai aksi protes kepada Malaysia.

Hal senada diungkapkan Ny Berlan Purba. “Malaysia jangan coba- coba. Nanti kukasih jagal (daging) babi panggang ke mulutmu. Biar tahu rasa kau,” teriaknya sembari mengepalkan tagan kanannya.

Para ibu- ivu itu pun meminta pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebvih agresif menekan pihak Malaysia agar tidak terus menerus bikin masalah.

“KLaim ini sudah yang keberapa kali. Tapi kok pemerintah selalu saja diam, Kaya takut gitu. Padahal kan punya kita, adat kita, budaya kita. Tapi karena diam, ya diambil lagi- diambil lagi. Karena itu lawan lah,” pungkas Timur boru Tambunan, ibu lainnya.

Sebelumnya kantor berita Malaysia, Bernama edisi 14 Juni 2012. “Tarian Tor-tor dan paluan Gordang Sambilan (sembilan gendang) masyarakat Mandailing akan diiktiraf (dijadikan) sebagai satu cabang warisan negara kelak,” kata Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Datuk Seri Dr Rais Yatim.

Katanya ia akan mendaftarkan mengikut Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005.

“Tetapi (pengiktirafan ini) dengan syarat, pertunjukan berkala mesti ditunjukkan, bermakna tarian mestilah ditunjukkan, paluan gendang dipelbagaikan dalam pertunjukan di khalayak ramai,” katanya kepada pemberita selepas merasmikan Perhimpunan Anak-Anak Mandailing di sini, Khamis (Bernama 14 Juni 2012). (henry)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *