Home Breaking News HUT RI Ke-72, Mendikbud: Penguatan Pendidikan Karakter Bagian Revolusi Mental

HUT RI Ke-72, Mendikbud: Penguatan Pendidikan Karakter Bagian Revolusi Mental

135
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (Foto: Suara Muhammadiyah)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menekankan, penguatan pendidikan karakter merupakan bagian revolusi mentan. Hal in sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kall.

“Ini juga menjadi bagian dari tugas revolusi mental,” papar Mendikbud Muhadjir pada upacara peringatan hari kemerdekaan RI ke-72 di kantor Kemendikbud, Kamis (17/8/2017).

Mendikbud mengatakan, dalam reformasi pendidikan, pemerintah juga memperkuat peran sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat sebagai rumah inovatif tempat anak-anak membangun pikiran, mematangkan jiwa, dan mewujudkan kreativitasnya.

“Melalui gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Nasional (GLN) marilah kita percepat pembangunan reformasi pendidikan yang merata dan berkualitas,” pesannya.

Tantangan perubahan zaman ke depan adalah penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh dan kompeten. Dalam menyiapkan SDM yang tangguh, cerdas, berkarakter, dan kompeten, Kemendikbud melakukan revitalisasi pendidikan kejuruan.

“Kami terus menerus membaca peluang dan melakukan inovasi pada penyesuaian kurikulum yang dinamis, serta bersinergi dengan dunia industri dan dunia usaha,” tuturnya.

Selain itu, kata Mendikbud, dalam menyiapkan SDM, pemerintah mendorong pengembangan keunggulan bangsa Indonesia, yakni kemaritiman, pariwisata, pertanian, dan industri kreatif.

“Keunggulan yang kita miliki ini memiliki keunggulan komparatif yang diyakini akan memenangkan persaingan global jika kita benar-benar memiliki tenaga terampil dan handal, terutama dalam menghadapi bonus demografi pada lima, sepuluh, hingga dua puluh tahun mendatang,” ujarnya.

Pada peringatan hari kemerdekaan ini, Mendikbud mengajak kepada seluruh pelaku pendidikan dan kebudayaan untuk menjadikannya sebagai momentum dalam melakukan percepatan pendidikan dan kebudayaan yang merata dan berkualitas.

“Sekali lagi mari kita hayati konsep Trihayu Ki Hadjar Dewantara yaitu Memayu Hayuning Sarira, Memayu Hayuning Bangsa, Memayu Hayuning Bawana, yang artinya apapun yang diperbuat oleh seseorang, hendaknya bermanfaat bagi diri sendiri, bangsa, dan bermanfaat bagi manusia pada umumnya. Hari ini kita ingatkan kembali bahwa pada kitalah Ki Hadjar Dewantara menitipkan semangat itu,” ujarnya. (pemi)

Komentar

Komentar