Home Breaking News Hotel Ini Daur Ulang Sampah Hingga Hemat Rp1,232 M

Hotel Ini Daur Ulang Sampah Hingga Hemat Rp1,232 M

155
Dr Amy Khor (kiri) berbicara dengan Chef Lucas Glanville, direktur operasi kuliner di Grand Hyatt Singapore, di samping mesin Digester Termofilik Biomax yang mendaur ulang limbah makanan untuk hotel. (Foto: straitstimes)

SINGAPURA, CITRAINDONESIA.COM- Grand Hyatt, sebuah hotel di dekat Orchard Road, telah menghemat $100.000 (setara Rp1,323 M) setahun, hanya dengan mengelola limbahnya. Alih-alih membuang sampah makanan ke tempat sampah, staf hotel memindahkannya ke mesin yang dikenal sebagai Biomax Thermophilic Digester.

Teknologi ini mendaur ulang limbah makanan seperti sayuran, unggas, tulang, kulit telur, kertas tisu dan kulit buah dari sembilan restoran dan dapur di rumah. Limbah makanan kemudian diubah menjadi pupuk organik bebas patogen yang digunakan untuk keperluan lansekap hotel.

Dalam siklus 24 jam, hotel bisa mendaur ulang 500kg limbah makanan. Teknologi ini disorot sebagai bagian dari sesi sharing profesional pada hari Sabtu (16 September) oleh Asosiasi Pengelolaan dan Daur Ulang Limbah Singapura (WMRAS) dan agen Singapura Biomax, Green Infiniti.

Sekitar 90 tamu menghadiri sesi tersebut, termasuk Dr Amy Khor, penasihat WMRAS dan Menteri Senior Negara Bagian Kementerian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air dan Kementerian Kesehatan.

Peserta mendiskusikan bagaimana limbah makanan bisa didaur ulang dengan lebih baik dan bagaimana teknologi baru seperti Digester Biomax dapat dengan kompeten memproses komposisi limbah makanan yang berbeda.

“Hanya 14% limbah makanan yang didaur ulang sehingga WMRAS mendukung upaya konversi limbah makanan menjadi kompos atau air untuk dibuang. Hal ini untuk membuat lingkungan hidup kita lebih berkelanjutan karena walaupun kita membakar limbah makanan, akan menghasilkan abu untuk Semakau. TPA yang akan kehabisan ruang pada tahun 2035 sampai 2040,” kata Direktur Eksekutif WMRAS, Mr Edwin Pang, dikutip dari laman straitstimes, di Singapura, Sabtu (16/9/2017).

Sistem daur ulang limbah makanan diuji di Grand Hyatt dan Meridian Primary School. Biomax juga bekerja sama dengan sekolah lain seperti Sekolah Menengah Sengkang Sekunder dan Punggol.

Daur ulang tersebut membantu Grand Hyatt untuk menghemat biaya penguraian limbah, biaya operasional dan tenaga kerja serta biaya kantong sampah dan tempat sampah.

Inisiatif ini juga membantu secara tidak langsung mengurangi jejak karbon hotel karena tidak ada limbah makanan yang masuk ke pabrik insinerasi.

Di Meridian Primary, siswa terpilih yang dikenal sebagai “juara hijau” memimpin yang lainnya dalam daur ulang.

Mereka memberi contoh pengosongan makanan ke dalam ember di kantin dan memisahkannya dari bahan anorganik seperti plastik. Setelah mesin mengubah sampah makanan kantin menjadi pupuk, para siswa juga terlibat dalam penggunaan pupuk untuk menanam tanaman seperti cabai dan kacang. (*)

Komentar

Komentar