Home Breaking News Hipilindo Pertanyakan Hasil Tangkap Ikan Nasional

Hipilindo Pertanyakan Hasil Tangkap Ikan Nasional

227
Ketua Umum Himpunan Pembudidaya Ikan Laut Indonesia (Hipilindo). (Foto: Whatsapp)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Himpunan Pembudidaya Ikan Laut Indonesia (Hipilindo) mempertanyakan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) terkait hasil tangkap ikan laut Indonesia.

Sebelumnya, MKP Susi Pudjiastuti mengklaim konsumsi ikan masyarakat Indonesia sebanyak 43 kg perkapita pertahun dengan kenaikan jumlah ikan tangkap mencapai 12 juta ton.

“Penduduk Indonesia saat ini sudah 250 juta, makan ikan per kapita menurut Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) 43 kg, sementara stok ikan di laut Indonesia sudah jadi 12 juta ton, yang sebelumnya 6 juta ton sebelum Ibu Susi jadi MKP, jadi sudah ada kenaikan 100%,” kata Ketua Umum Hipilindo Effendi kepada citraindonesia.com, di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Namun menurutnya, bila saat ini karena Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (PermenKP) terkait alat tangkap yang nilai mempersulit nelayan membuat kapal mangkrak, sehingga membuat hasil tangkap menurun draktis. Yang jadi pertanyaan baginya, dari mana ikan untuk mencapai jumlah konsumsi ikan hingga 42 ton perkapita?

“Kalau makan ikan per kapita 43 kg, kebutuhan ikan dalam negri hampir 11 juta ton. Ikan yang tertangkap melalui pembatasan alat tangkap yang kurang ramah linkungan serta ukuran-ukuran kapal tangkap yang dibatasi ukurannya tentu daya tangkap lebih kurang 50%,” jelasnya.

IQ di Asean

Lanjutnya, “Berarti hasil ikan laut kita 6 jt ton, berarti ikan konsumsi lokal masih kurang 5 juta ton. Belum lagi ikan yg tertangkap untuk export. Saya saat ini hitung-hitung saya dari mana ikan 11 juta ton untuk konsumsi dalam negeri, apakah ikan air tawar yang kurang kandungan omeganya,” tandasnya penuh tanya.

Solusinya, menurut Efendi, untuk memenuhi kebutuhan ikan bagi masyarakat Indonesia, seharusnya pemerintah gencar menerapkan atau mengembangkan aquaculuture.

Komposisi ikan di Asean

“Kalau ini terus jadi andalan, bagaimana IQ bangsa Indonesia kedepan. Melihat hal ini seharusnya Aquaculture merine di Indonesia harus jadi proritas. Tetapi kebijakan MKP, riset serta Balai dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) sepertinya di kerdilkan,” ujarnya.

“Saya tidak habis pikir bagaimana untuk program yang maunya Presiden kita untuk meningkatkan makan ikan perkapita, kalau bangsa ini kalau ditutupi dari ikan tawar. IQ Indonesia apakah bisa baik? Iq Indonesia hanya 89 sejajar dengan kamboja dan laos aja,” tutupnya. (pemi)

Komentar

Komentar