Hendardji: Pedagang Besar dan Kecil Harus Bermitra
CitraIndonesia.Com: Jangan benturkan pedagang besar (ritel modern) kepada pedagang menengah apalagi terhadap para pedagang kecil, yang morat marit modalnya.
“Mereka (pengusaha besar, menengah, kecil) harus dibuat menjadi mitra sejajar. Saling menguntungkan,” kata calon Gubernur DKI Jakarta, Hendardji Soepanji, Rabu (20/6/2012) kepada wartawan di salah satu restoran di kawasan Cikini, Jakpus.
Menurutnya, tingginya kesenjangan antara pedagang besar, menengah dan kecil, lahir dari ketidakmampuan pemerintah pusat dan daerah mengelola bisnis ritrel secara profesional meski para pedagang kecil korban.
Buktinya, akhir- akhir ini, jumlah pasar moder atau ritel asing kian menggurita hingga pelosok pedesaan. Bahkan banyak yang diduga melanggar zonasi, tidak memiliki IMB dan lain sebagainya.
“Jumlah ritel modern sekarang 1700. Pasar tradisonal sekitar 137 sampai 150 unit. Tidak seimbang, ini yang bikin rusak. Pedagang kecil banyak yang mati,” tandasnya.
Karena itu kata dia, sejak kini pemerintah harus berbuat lebih baik, mengatur zonasi serta mengawinkan kepentingan pedagang kecil dengan kapitalis. Kalau tidak lanjutnya rakyatklah yang akan menderita, jadi penonton, jadi subyek kapitaliasme.
Ironisnya, hal- hal buruk akan dialami pedagang kecil. Tempatnya tergusur, di trotoar, kaki lima, bikin macet dan sebagainya.
“Inilah yang harus kita bangun. Kita kembangkan usaha rakyat, UKM. Bila jumlah ritel modern terus bertambah hingga 20 tahun ke depan, kita bukan lagi negara Pancasila. Makanya kalau saya jadi Gubernur DKI Jakarta, fasilitas publik dan umum akan saya kelola dengan baik. Membangun Jakarta sesuai rencana dasar tata ruang (RDTR),” pungkasnya. (olo)















