Home Breaking News Hari Pers Sedunia, SBY: Indonesia Bukan Negara HOAX

Hari Pers Sedunia, SBY: Indonesia Bukan Negara HOAX

3656
Presiden SBY saat didoorstop para wartawan ibukota terkait klaim tuduhan Antasari yang mantan Ketua KPK Antasari Azhar ke Bareskrim Polri.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan Indonesia bukan negara kebohongan, fitnah dan hoax.

“Indonesia ini, merupakan negara kebenaran, keadilan, etika dan hukum. Bukan negara kebohongan, fitnah dan hoax. Karena itu, rakyat harus memerangi itu,” kata Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat acara hari bebas kendaraan car free day di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (7/5/2017).

Ketua Umum Partai Demokrat itu, mengakui secara pribadi dan keluarga sering menjadi korban hoax dan fitnah.

“Belum lama ini dalam Pilgub DKI luar biasa hoax yang ditimpakan ke saya dan keluarga. Tidak boleh dibiarkan, ada yang geruduk ruang saya. Mestinya hukum ditegakkan bagi kami yang ingin adil, penegakan hukum tidak boleh tebang pilih,” ujarnya.

Untuk itu, dalam memperingati Hari Pers Sedunia, dirinya mendukung pers yang merdeka tetapi juga bertanggungjawab dan adil serta tidak membela pihak tertentu dan pihak yang lain.

“Kita ingin negeri ini adil, tidak tebang pilih dan pilih kasih. Pemberantasan hoax juga tidak boleh tebang pilih,” ucapnya didampingi Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi dan Agus Harimurti Yudoyono.

Menurut SBY, negara, pemerintah, polisi dan sisi penegak hukum harus adil. Karena ini yang menjadi tiang kokohnya negara Indonesia.

“Kita juga mendukung pers yang merdeka. Tetapi juga bertanggung jawab dan adil. Pers yang tidak boleh terlalu bela pihak tertentu dan hajar pihak lain. Kita ingin keadilan tegak, tidak tebang pilih,” tuturnya.

Karena itu, SBY menegaskan mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memerangi hoax dan fitnah asalkan adil bagi semua.

“Melalui NTB, saya mengajak masyarakat mengumandangkan gerakan nasional dan internasional stop hoax dan fitnah. Mari kita dukung pers yang merdeka adil dan bertanggung jawab,” tandasnya. (Ant/ling)

Komentar

Komentar