Home EKUIN P3DN Hari Kebangkitan Nasional, Bukalapak Serukan Pemuda Indonesia Berbagi Inspirasi

Hari Kebangkitan Nasional, Bukalapak Serukan Pemuda Indonesia Berbagi Inspirasi

284
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Bukalapak Ajak Tokoh Kreatif dan Seniman Inspiratif Indonesia Berbagi Inspirasi, di Jakarta, Sabtu (20/5/2017).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Bukalapak mengundang tokoh kreatif dan seniman inspiratif melalui kegiatan BukaTalks mengundang Slamet Rahardjo Djarot, Sujiwo Tejo, White Shoes & The Couples Company, dan Eka Gustiwana, untuk berbagi cerita dengan mengangkat tema “Bangkit Berkarya untuk Bangsa”.

“Saya percaya bahwa pemuda Indonesia merupakan talenta kreatif yang bisa mengharumkan nama bangsa. Pemuda Indonesia adalah bibit unggul bangsa yang mampu memberikan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik lagi. Berkarya untuk bangsa bisa dilakukan berbagai cara, mulai dari membangun bisnis hingga terlibat di dunia seni kreatif. Saya berharap melalui BukaTalks kali ini, para pembicara yang kami tampilkan dapat memberikan pengaruh positif untuk anak muda Indonesia,” ujar Founder dan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, dalam siaran tertulis kepada citraindonesia.com, di Jakarta, Sabtu (20/5/2017).

Dalam kesempatan kali ini, Slamet Rahardjo Djarot, seorang aktor senior Indonesia yang telah memulai karir sejak 1968, menceritakan pengalamannya serta berbagi dengan pemuda Indonesia.

“Andaikan saya mati dan bisa hidup lagi, saya mau jadi seniman lagi,” ujar Slamet Rahardjo.

Sambung Slamet Raharjo, “Ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan, karena saya lahir sebagai manusia. Manusia adalah makhluk penuh imajinasi, dan imajinasi adalah anugerah dari Tuhan. Dengan imajinasi kita bisa memiliki perbedaan yang hakiki dengan makhluk lain. Dulu Soekarno berimajinasi, bagaimana menyatukan ribuan pulau dan ratusan kelompok adat untuk bersatu menjadi Indonesia. Berkumpullah Soekarno, bersama para pemuda Indonesia menciptakan bahasa Indonesia, bersatu bersama menjadi bangsa, dan menjadikan Indonesia menjadi satu, sebuah laboratorium alam tentang pluralisme. Sekarang, kita masuk ke era kemiskinan imajinasi. Untuk itulah, mari pemuda Indonesia, ayo kembali hidupkan imajinasi”.

Sedangkan Sujiwo Tejo yang dikenal sebagai budayawan membacakan sebuah puisi dalam acara BukaTalks. Budayawan ini yang dikenal sering berkicau di social media juga kian tenar dengan kicauan romantisnya yang penuh dengan emosi dan hasrat, memberikan semangat dan juga merepresentasikan kisah anak muda, terutama dalam tema cinta. Memasuki dunia digital, Sujiwo Tejo turut memaparkan mengenai perkembangan seni di dunia digital.

“Aku menampilkan dua contoh perkembangan digital dalam karyaku. Sebelumnya dalam novel Rahvayana: Aku Lala Padamu dan Rahvayana: Ada yang Tiada, aku menyertakan CD lagu yang mengalun bercerita tentang novelku. Sekarang di Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati, dan Serat Tripama: Seruling Jiwa, para pembaca kusuguhkan dengan barcode dimana mereka bisa menikmati musikku nanti langsung melalui hand phone yang dimiliki. Maka pesanku bagi pemuda Indonesia, janganlah terhenti pada bentuk fisik sebuah warisan budaya leluluhur, karena itu yang akan mengurung kita. Bahwa yang namanya wayang tidak harus bentuknya kulit atau wayang orang, kalau kita melihat warisan sebagai jiwa, itu lebih bisa diadaptasi dan flexibel. Dan itu yang aku lakukan. Aku tidak tahu seperti apa nanti masa depan. Tapi yang aku tahu, kita bisa terus beradaptasi agar jiwa wayang ini tetap hidup bersama kita,” tutur Tejo.

White Shoes & The Couples Company, merupakan band pop Indonesia yang musiknya terinspirasi dari soundtrack-soundtrack film Indonesia lama, seperti film Tiga Dara dan Ambisi. Lewat musiknya, White Shoes & The Couples Company pernah memiliki label dari Amerika Serikat.

Saleh Husein, salah satu musisi dari White Shoes & The Couples Company, turut berbincang dan berbagi inspirasi mengenai kreativitas yang independen dan juga dinamika seni di Indonesia.

“Kami ingin berbagi perjalanan White Shoes & The Couples Company dari era kampus sampai ke Aksara Record dan Minty Fresh. Salah satu hal yang ingin kami bagi adalah jurnal yang dimiliki oleh White Shoes & The Couples Company. Di sini kami memiliki media sendiri, untuk berbagi mengenai pengalaman kami selama recording, di manapun kami berada. Harapannya, lewat jurnal kami, kami bisa berbagi dan menginsipirasi agar pemuda Indonesia semakin tergerak untuk berkarya. Semoga semakin banyak panggung di Indonesia, semakin banyak lagi band yang ada. Ayo bangkit berkarya lewat nge-band, cuek saja, yang penting kita bisa senang dan berbagi senang ke sesama,” ujar Saleh Husein.

Pembiacara BukaTalks yang terakhir adalah Eka Gustiwana yang dikenal sebagai penulis lagu, YouTubers, produser rekaman, dan speech composer pertama di Indonesia, di mana rekaman perkataan atau ucapan seseorang diubah menjadi suatu komposisi musik.

Pendekatan baru ini merupakan hal yang unik dimana Eka Gustiwana menjadikan sebuah kejadian serius yang terjadi disekitar kita diubah menjadi sebuah karya seni yang bisa menghibur para penonton. Dalam acara BukaTalks, Eka Gustiwana menyampaikan pentingnya anak muda untuk berkarya dan menumpahkan kreatifitas dalam bentuk karya-karya.

“Perjalanan membuat konten di YouTube tidak lepas dari trial dan error. Awalnya saya mencari sesuatu yang dekat dengan saya. Lalu bagaimana kejadian tersebut bisa saya manfaatkan untuk dibagikan ke orang banyak. Hasil akhir dari kontennya tidak melulu tentang hiburan, bisa juga misi sosial yang bisa menginspirasi pemuda Indonesia. Untuk itu, saya mengajak agar teman-teman muda memulai berbuat dan berkarya. Jangan pernah berhenti untuk berimajinasi, karena semua di mulai dari imajinasi,” ujar Eka Gustiwana. (pemi)

Komentar

Komentar