Search
Saturday 20 December 2014
  • :
  • :

Harga Baru Gas Industri Terbit Minggu Depan

Menteri ESDM Jero Wacik (foto.demokrat.or.id)

Menteri ESDM Jero Wacik (foto.demokrat.or.id)

CitraIndonesia.Com: Dipastikan harga baru pembelian gas industri  akan diterbitkan pemerintah dalam satu minggi ke depan.

Hal itu ditegaskan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Jero Wacik, menanggapi penolakan sejumlah asosiasi industri atas kenaikan harga gas 55% per 1 Mei 2012.

“Kami merencanakan kenaikan gas yang 55%  ditinjau kembali. Kita akan lihat berapa coast masing-masing. Di hulu bagaimana, didistribusi bagaimana, ini akan dilakukan dan makan waktu satu minggu,” kata Jero Wacik, Selasa, (19/6/2012), di Kantor ESDM, Jakarta.

Rapat tertutup  dengan Menteri perindustrian Mohamad S Hidayat, juga dihadiri Wamen ESDM Rudi Rubiandini, Dirut PGN Hendi P santoso, dan Dirjen Migas Evita legowo.

Menurut Jero harga beli gas dari KKSSS dan perusahaan hulu tidak bisa di kurangi. Karena masuk dalam kontrak kerja.

Namun biaya pengangkutan dan keuntungan PT PGN bisa ditekan secara minim, dan rumusan kenaikan harga terebut akan di umumkan minggu depan.

Sementara itu Menperin MS Hidayat menyambut baik rencana revisi tersebut. “Atas nama industri, kami mengucapkan terima kasih. Ini menentukan policy mengenai gas kedepan, khususnya kalangan industri,” katanya.

Sebelumnya pakar mengasumsikan PT Perusahaan Gas Nasional (PGN) ambil untung US$ 3/MMBTU dari kenaikan gas 55% sejak 1 Mei 2012.

Seharusnya dari kenaikan 55% itu, harga pembelian gas oleh industri itu hanya sekitar US$ 8/MMBTU. Tetapi harga yang harusnya US$ 8/MMBTU melompat menjadi $11/MMBTU lantaran PGN mengambil untung US$3/MMBTU.

“Dalam kontrak pengangkutan gas tadi antara US$ 0,2-2/MMBTU tergantung ruas pipa, tapi secar rata-rata harga tertinggi adalah US $2, sehingga kalau PGN beli dalam kontrak $2-6 plus 2 maka ada angka 8 dan jika ini kita pertanyakan ada selisih $3, nah ini digunakan untuk apa, karana dalam kontrak bisnis, teman-teman PGN tidak melakukan investasi, namu  investasi dilakukan oleh pengusaha hulunya, ini kita pertanyakan,” tegas Komadi Notonegoro, Wakil Direktur Reformainer Institut, Komadi Notonegoro, kepada wartawan Senin, (18/6/2012), di kantornya Jalan Taman Bendungan Hilir No.6, Jakarta. (rapi)