Home Breaking News Harapan Asosiasi Pratama Atas Kedatangan Raja Salman

Harapan Asosiasi Pratama Atas Kedatangan Raja Salman

246
Tampak Ketua Umum Pratama, Andika Surachman Siregar, Ketua Umum Ormas Islam Al Washliyah Dr KH Yusnar Yusuf, dan rekan, saat peluncuran Asosiasi Pratama, membidangi jasa perjalanan Umrah di Hotel Borobudur, Senin (23/1/2017). Photo M Adam Samudra/ citraindonesia.com).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Kedatangan Raja Salman ke Indonesia mengundang simpati, apresiasi dan harapan bagi masyarakat Tanah Air.

“Kedatangan Raja Salman tentu memiliki maksud dan tujuan yang menjadi harapan masyarakat Indonesia. Setidaknya hubungan antar negara sahabat ini semakin erat, tidak hanya pada dimensi ekonomi, namun sosial dan budaya juga,” kata Bendahara Umum Asosiasi Umrah dan Haji PRATAMA Ali Masugi pada konfrensi pers di kawasan Kebon Sirih Jakarta, Rabu (01/3/2017).

Untuk itu dirinya, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Raja Salman.

“Selamat datang Raja Salman, selamat datang penjaga dua kota suci (Makkah dan Madinah) ke Indonesia,” sambut Ali.

Menurutnya, ada tiga harapan PRATAMA atas kedatangan Sang Raja Salman itu .

Pertama, terimakasih atas kembalinya kuota dasar haji Indonesia. “Jika memungkinkan, kiranya Raja Salman dapat menambah atau menyesuaikan kuota tahun ini dan mendatang minimalnya 1 permil dengan jumlah penduduk muslim Indonesia, ditambah penambahan kuota hingga bertotal 250.000 kuota haji pada tahun ini sehingga masa antrian dapat lebih ditekan,” kata Ali.

Menurut perkiraan, Indonesia memiliki lebih dari 255 juta penduduk pada tahun 2016. Jika jumlah penduduk muslim sebesar 87,17% maka kuota haji Indonesia menjadi 222.284 ((255.000.000 x 87,17%) x 1/1000)). 222.284 menjadi kuota dasar haji Indonesia tahun 2016.

“Jadi ada penambahan kuota 27.716 dari kuota penyesuaian 222.284. Hingga totalnya menjadi 250.000 pada tahun ini,” kata Ali.

Kedua, biaya visa bagi jemaah umrah dapat digratiskan. “Karena tidak semua jemaah umrah masuk dalam kategori sangat berkecukupan dalam dimensi keuangan,” kata Ali.

Ketiga, mengharapkan kepada Raja Salman agar seluruh asosiasi umrah dan haji dapat lebih bersinergi dengan lembaga terkait Arab Saudi yang mengurusi soal haji, umrah dan wisata.

“Asosiasi umrah dan haji merupakan mitra dan pelayan, baik di Tanah Air maupun Arab Saudi. Adanya MoU dengan asosiasi setidaknya peluang untuk lebih menggerakkan sektor industri ini akan lebih kuat termasuk industri jasa wisata halal,” harap Ali yang juga sebagai salah satu provider visa umrah. (Mas)

Komentar

Komentar