Home Breaking News Hangus $ 18,5 Miliar Buntut Skandal Kecurangan Volkswagen

Hangus $ 18,5 Miliar Buntut Skandal Kecurangan Volkswagen

767
VW Classic

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Bisa hangus uang sebesar $ 18,5 miliar dari buntut kecurangan emisi diesesl produsen Volkswagen (VOWG_p.DE) atau VW.

“Bahwa kecurangan emisi diesel dari produsen mobil VW menghabiskan biaya hingga $ 18,5 miliar,” ujar seorang manajer VW kepada chief executive dan manajer lainnya pada perusahaan itu seperti dilansir dari reuters, Senin (10/7/2017).

Kondisi itu sudah diberitakan secara luas hampir sebulan ini oleh surat kabar Jerman Bild am Sonntag.

Oleh media itu, investor diberitahu tentang uji kecurangan VW yang sistematis dengan menggunakan perangkat lunak ilegal pada 18 September 2015, saat Lembaga Perlindungan Lingkungan A.S. (EPA) menginformasikan ke pasar.

Surat kabar Sunday Bild am Sonntag melaporkan bahwa Oliver Schmidt, seorang eksekutif VW ditangkap di Miami pada Januari tahun ini.

Kepada CEO VW, Martin Winterkorn diberitahukan tentang kemungkinan implikasi finansial pada presentasi 25 Agustus 2015.

Undang-undang sekuritas Jerman mengharuskan perusahaan menerbitkan berita sensitif terhadap pasar secara tepat waktu.

Di mana, sebuah penyelidikan oleh jaksa Jerman termasuk menyelidiki apakah VW mengungkapkan rincian kecurangan tersebut segera.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa Schmidt menginformasikan kepada Winterkorn tentang hukuman maksimum yang mungkin terjadi pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Heinz-Jakob Neusser, kepala pengembangan VW saat itu, dan Herbert Diess, yang masih bekerja sebagai kepala merek VW.

Juru bicara VW mengatakan perusahaan tersebut tidak akan mengomentari laporan tersebut karena penyelidikan hukum dan peraturan sedang berlangsung.

Dia sebelumnya mengatakan hal itu tidak melanggar peraturan pengungkapan. Juru bicara VW Diess juga tidak berkomentar.

Pengacara untuk Winterkorn, yang mengundurkan diri sebagai CEO VW pada September 2015, tidak dapat dihubungi.

Annette Voges, pengacara Neusser juga meninggalkan posisinya pada September 2015, dan menolak memberikan komentar atas nama kliennya yang mengatakan bahwa dia tidak melihat pernyataan Schmidt. (oca)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar