Home Breaking News ‘Hamba Allah dan Para Calon Penghuni Surga’

‘Hamba Allah dan Para Calon Penghuni Surga’

97
Gaya Pak Mentan selfi bareng para petugas cleaning servis, supir dan pemelihara taman Kementan. Foto citra1

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- ‘Mentan RI, Hamba Allah. Memanusiakan para calon penghuni Surga’. Calon penghuni surga yang dimaksud di sini adalah para petugas dengan jabatan paling rendah di Kantor Kementan RI di Kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, dan bukan PNS atau ASN!

Bahwa melainkan meraka itu adalah para petugas cleaning servis ruangan dan sisi kantor, kamar mandi, supir, petugas pemeliharaan taman- taman seputar Kementan RI di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, sehingga selalu bersih, hijau dan sejuk sampai dengan sekarang.

Bagi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, para petugas tersebut adalah bagian tak terpisahkan dengan lembaga yang dipimpinnya.

Yel yel Mentan usai makan siang bareng dengan para petugas cleaning servis, supir dan pemelihara taman Kementan. Foto citra1

‘Suara rakyat suara kita’, begitu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat mengajak makan bareng ratusan petugas yang dikontrak melalui penyedia jasa swasta tersebut, Kamis (11/1/2018).

Mentan RI Kabinet Kerja Jokowi-JK ini tampaknya humanis juga. Dan kejadian seperti itu sangat langka dilakukan oleh para menteri di kabinet manapun sejak orba. Sebab, antara jabatan menteri vs cleaning servis itu bagai antara laingit dan bumi. Dan baru Pak Amran inilah kali pertama awak citraindonesia.comini melihat peristiwa selangka itu. Dan Amran benar- benar memanusiakan manusia itu, seperti kata bijak ‘duduk sama rendah – berdiri sama tinggi’.

Mentan dengan kaus ‘Swasembada Petani Sejahtera’ citra1

Khusus kepada citraindonesia.com, Amran menegaskan : ‘Saya sejak usia 9 tahun sudah angkut batu dari sungai untuk bertahan hidup’.

Bahwa ungkapan Amran itu sontak membuat awak media kaget. Mungkin Pak Amran tengah terkenang dengan masa pahit getirnya hidupnya dilalui ketika masa kecilnya di Sulsel nun jauh di hampir ujung timur Indonesia.

Dia juga mengakui bahwa kegetiran itupula yang membuatnya memiliki character building dan memiliki leathershif memimpin ribuan pejabat di lingkungan kerjanya.

Jadi jelas sudah, yang ada diotak Amran selalu di depan membela para wong cilik dan dalam arti pembelaannya tak cuma untuk para petani saja cebagai core bisnis lembaga yang dia pimpin, namun Amran juga memberikan kasih sayangnya kepada para kaum papa. Dia lantas memerintahkan jajarannya untuk menaikkan kesejahteraan ratusan pegawa kontrak itu, juga memberikan baju dan kaus serta sara pendukung lainnya untuk keseharian mereka bertugas di Kementan.

‘Naikkan, asal jangan turun gajinya. Mereka kantong surga dan akhirat’, katanya lagi memberikan semangat para pengais rezeki di lingkungan kerjanya itu.

Cantoh kesederhanaan Mentan makan di bawah pohon bersama petugas honorer dan para jajarannya. foto citra1

‘Ada lagi masalah? Supir mana supir? Tak ada masalah dengan bosnya? Kalau terlalu kejam (bosnya), temui saya di lip. Kalian ini saya tanggung. Sabab kan di akhirat pertanggungjawabannya’, jelasnya seraya meminta : ‘Tapi kita semua saling tanggung jawab dan selalu bersih’.

Dia pun secara tegas memerintahkan para pejabatnya menjaga kebersihan di kantgornya. ‘Awas pegawe… semuanya! Jangan buang pintung rokok sembarangan di halaman kantor gara- gara ada cleaning servisnya ya!’, ancamnya seraya : ‘Selalu saya luangkan waktu diskusi dengan mereka itu, apa keluhannya, karena mereka bagian dari Kementan’, imbuhnya Hamba Allah ini sembari mengulas senyum. Dan mungkin di benak Amran bahwa hidup ini hanya sebuah games bersifat sementara…dia tak mabuk kekuasaan, tapi dia menginkan temoat terhotmat di depan  sang pencipta yakni SURGA! (olo)

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar