Home Breaking News Halo OJK “Ganyang Asuransi Abal-abal!”

Halo OJK “Ganyang Asuransi Abal-abal!”

422
Sekedar ilustrasi perasaan para korban kezaliman oknum asuransi negeri ini!

“Hati- hati modus Asuransi abal-abal!” Kata ini paling tepat aku sampaikan kepada masyarakat agar lebih hati- hati dan lebih pintar memilih asuransi.

Banyak sudah orang korban akal bulus perusahaan asuransi di ibukota ini, mungkin juga di kota- kota lainnya di luar pulau jawa hingga luar negeri.

Tahu nggak? Umumnya para pemasar produk asuransi- apakah itu asuransi kesehatan, asuransi kerugian, kebakaran, hingga asuransi mobil, asuransi pendidikan, asuransi masa tua… saya pastikan belum tentu semua benar sehat manajemen, taat aturan dan selalu siap membayar klaim peserta.

Maaf bagi perusahaan yang benar ya! Tapi patut dilaknat asuransi abal- abal yang memodusi atau menipu atau membohongi para pesertanya.

Begini! Alangkah terkejutnya Aku ketika mobilku penyok – rusak parah dan kubawa ke sebuah bengkel untuk diperbaiki kerusakannya!

Seorang pemuda bagian pelayanan bengkel profesional milik asing, “Pak maaf. Saya tidak bisa bantu bapak,”.

Saya bilang kenapa? “Perusahaan asuransi bapak ini gak jelas. Nakal dan sudah tidak tahu di mana kantornya. katanya sih di daerah Jakarta Barat. Tapi tolong bapak cek alaman di polis asuransinya,” katanya menjawab aku.

Loh, kan di polis ini kan tertera nama bengkel mas. Lalu apa urusan saya tidak bisa diselesaikan. kami sudah bayar loh asuransinya,” tanyaku lagi.

“Benar pak. Bukan cuma bapak yang menjadi korban asuransi ini. Banyak sekali pak. Kami sudah putuskan hubungan dengan asuransi ini. Mereka tidak konsisten membayar kewajibannyha ke bengkel ini ketika mobil- mobil peserta asuransinya kami tangani,” ujar dia menjelaskan.

Wah aku semakin tahu…. ternyata aku menjadi korban lain dari korban- korban sebelum aku!

Emang yang lainnya dari saya itu kenapa mas…. tanyaku?

“Setiap kami tagih klaim pembayaran perbaikan mobil peserta asuransinya, mereka tak kooperatif membayar. besok lah – lusalah dan bahkan sekarang gak tahu lagi di mana kantornya. Lantas menejemen bengkel putuskan hubungan dengan asuransi itu dari pada para pesertanya bikin susah di sini. Dan maaf kami tidak bisa bantu bapak,” begitu kata akhir petugas ini meladeniku- dan akupun ucapkan terimakasih atas penjelasannya dan angkat lali.

Begitu aku keluar pintu ruang ber AC itu, kuping ku rasanya makin lebar, bibir makin tebal dan kepalaku nyut- nyutan ….emosi tinggi dan teramat kesal dan menyakitkan. “duh aku ditipu asuransi,” gumamku.

Aku lantas ngacir ke kantornya. Benar saja asuransi itu sudah 3 bulan tak ngatir di situ, kata seorang skuriti.

Aku bangun bingung. “Mereka pindah kemana pak,” tanyaku. “Gak tahu pak…. kata skuriti.

Emang benar ya pak asuransinya bangkrut- selidikku. “Ah nggak, katanya sih pindah ke daerah Jalan Jenderal Sudirman. Kantor apa yaa … aku lupa. Besok akutanya temanku,” ujarnya rada menghibur.

Eh… dia ini juga gak jelas.  Lantas setelah capek mencari- cari alamat- aku pasrahkan saja. Juga tak melaporkan ke polisi…. aku pikir bikin aku makin susah saja itu!

Aku meilih sholat Ashar, setelah seharian hilir mudik cari tahu alamatnya. Kebetulan ajan terdengar. Dalam sholat aku ucapkan Inna Lillahi Wainna Ilaihi Rojiun- biar hariku tenang. Dalam diaku yang lain, meminta petunjuknya agar suatu saat aku bisa ketemu orang yang mengurus asuransiku- sekalian meminta uangku kembali.

Nah, di era serba modern  dan super canggih ini, di sinilah peran OJK harus selalu ada di tengah rakyat dan memastikan semua perusahaan asuransi tempat rakyat berinvestasi terjamin- sehingga nasib yang aku alami tidak menimpa orang lain. Dan OJK jangan cuma percaya dalam portopolio saja. Tapi harus ngecek fisik harta kekayaan penyelenggara asuransinya.

Ingat! Setelah kita melewati era reformasi- kini kita di era refolusi mental. Aku menunggu gebrakan OJK untuk mengganyang pelaku modus asuransi abal- abal. Cukup aku yang korban kawan…. jangan ada lagi korban berikutnya ke depan! Merdeka!

(Darling Adamson- korban)

 

Komentar

Komentar