Home Breaking News Gunung Sinabung Batuk-batuk Rusak Pertanian 13 Kecamatan

Gunung Sinabung Batuk-batuk Rusak Pertanian 13 Kecamatan

165
Para petani ini lari terbirit= birit setelah Gunung Sinabung kembali mengalami batuk- batuk cukup parah.

TANAH KARO, CITRAINDONESIA.COM- “Apa boleh buat. Kita paksa panen. Belum waktunya, tapi dari pada rusak semua dibikin erupsi Gunung Sinabung,” ujar Ny Uli, warga¬†Kabupaten Karo (Sumut), Sabtu (5/8/2017).

Menurutnya hampir semua warga desa 13 Kecamatan sekitar Gunung Sinabung terpaksa panen tanamannya, gunung itu terus batuk- batuk memuntahkan abu vulkanik, sejak kemarin.

“Ini terpaksa dari pada semuanya jadi busuk. Ini kan masih dapat sedikit- sedikit. Tak apalah, kita sedang diuji yang di atas (Tuhan),” tambahnya.

Senada dikatakan Ny Sinulingga. “Kami juga petik saja. Ya cabei, sayur atau apapun yang bisa dipanen buat makan anak- anak. Nanti sayang kalau busuk,” ujarnya.

Bahwa gunung ini kumat batuknya sejak hampir 6 tahun yang lalu. Kalau pas kumat, bahaya sekali. Abu vulkanik hingga lahar dingin menerpa lahan pertanian warga setempat. Bahkan mengancam nyawa mereka.

Kini sebakian warga sudah mengungsi mencari tempat- tempat aman puluhan radius KM dari sisi gunung, desa mereka.

Kondisi itu juga diakui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Martin Sitepu.

“Memang intensitasnya makin tinggi akhir- akhir ini. Gunung mengeluarkan abu vulkanik sangat banyak. Ini merusak tanaman masyarakat,” ujarnya, Sabtu (5/8/2017).

Daerah ini katanya lebih banyak menghasilkan cabai, kol, bawang, tomat, jeruk, tembaku dan lainnya.

“Tanaman paling banyak rusak mungkin di 13 kecamatan, seperti Kecamatan Payung dan Kecamatan Tiga Nderket. Terparah mungkin di Payung, Tiga Nderket, Merdeka, Kabanjahe, Simpang Empat, dan Naman Teran. Bantuan Kementerian Pertanian sangat dibutuhkan petani mengatasinya,” jelasnya. (perdy)

 

Komentar

Komentar