Home Breaking News GMPG: DPP Golkar Terserang Penyakit Autis Stadium Tinggi

GMPG: DPP Golkar Terserang Penyakit Autis Stadium Tinggi

3659
Novanto "Ask papa Shares" Back Lead Indonesian Parliament. Photo Heru/citraindonesia.com

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli mengatakan bahwa, saat ini Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Golkar sedang terserang penyakit kelainan saraf yang yang tertular dari Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Senov)

“DPP Golkar sedang terserang penyakit autis stadium tinggi,” ujar Doli, di Jakarta, Rabu (4/10/2017), seperti diberitakan jawapos.

Hal ini dikatakannya berawal dari pemecatan Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Yorrys Raweyai oleh Ketua Umum Partai Golkar Senov.

Menurut Doli, Partai Golkar di bawah kepemimpinan Setya Novanto sedang asyik dengan dirinya sendiri, merasa dunia milik sendiri, merasa hebat sendiri, ketawa dan senyum sendiri, jungkir balik sendiri, bahkan menyakiti dirinya pun dengan menyakiti hari kader dan pengurusnya.

“Padahal semua orang di luar dirinya menganggap dan menilai apa yang dibuatnya aneh, kasihan, sakit, ada kelainan, dan menakutkan,” kata Doli.

Yang lebih parah lagi katanya, semua orang yang mau membantu menyelamatkan dirinya pun tak dipercaya, malah diancam dan dipecat pula. Lembaga survey dibilang pesanan, kader yang kritis dibilang punya kepentingan, lama-lama publik pun bisa disalahkan karena bilang Golkar sedang sakit.

Terkait pemecatan terhadap Yorrys. Doli mempertanyakan, apakah Senov sudah sembuh dari sakit parahnya, sehingga bisa berhentikan orang. “Rapat Pleno tidak jadi digelar, tapi tiba-tiba ada pemberhentian pengurus. Itu pemberhentian dilakukan di mana? Di warung kopi?,” ketus Doli.

“Jadi sungguh-sungguh terlihat nyata partai ini sama sekali tidak sehat, sakit parah, persis seperti Setya Novanto,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Yorrys Raweyai selama ini adalah petinggi Partai Golkar yang paling vokal menyuarakan untuk penonaktifan Senov dari jabatan ketua umum.

Yorrys mengaku ingin menggantikan Senov karena elektabilitas Partai Golkar saat ini merosot setelah Senov tersangkut dalam pengadaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Nantinya, apabila Senov telah dinonaktifkan, Yorrys kala itu mengaku posisinya akan digantikan dengan pelaksana tugas atau Plt. Sementara nama kader Golkar yang ingin mengantikan Senov adalah Airlangga Hartarto.‎ (*)

Komentar

Komentar