Home Breaking News Garam Selundupan Marak Bila Kosong di Pasar

Garam Selundupan Marak Bila Kosong di Pasar

459
Aktivitas bongkar garam impor di pelabuhan. (Foto: Infokuberita)

PEKAN BARU, CITRAINDONESIA.COM- Garam selundupan dari negara tetangga bakal marak bila persediaan kosong di pasar dalam negeri.

“Itu sudah pasti. Sebab bayangkan, penduduk kita 250 juta, garam kosong. Ini jadi ladang bisnisnya para mafia. Itulah buktinya di Dumai. Untung petugas Lantamal TNI AL menggagalkan, kalau tidak itu garam pasti masuk ke pasar. Dan kesehatannya dikonsumsi juga gak jelas. Kan berbahaya, apalagi belakangan ada isu Garam campur kaca. Kita waspadalah,” ujar Irwan, pedagang di Pasar Tradisional Kota Dumai, Minggu (20/8/2017).

Seperti diketahui, pada Sabtu malam (19/8/2017), Danlanal Dumai melalui Palaksa, Letkol Laut (P) Saipul Simanjuntak kepada awak media bilang pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap awak kapal membawa Garam puluhan ton, diduga berasa dari Malaysia. “Kita masih memeriksa,” ujarnya.

Garam dikemas dalam karung 40 kg itu yang digagalkan penyelundupannya oleh Patroli Lantamal itu konon akan dibawa ke pasar Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir.

Karenanya lanjut Irwan, bial pasokan barang konsumsi masyarakat ke pasar minim, maka permainan sindikat penyelundup marak. Baik itu untuk komoditas bawang merah, putih, beras, daging dan lainnya.

“Habis mau gimana. Masyarakat butuh juga, kalau tidak ada barang di pasar kita jangan salahkan penyelundup. Maka kalau pemerintah tidak ada penyelundupan maka cukupi barang konsumsi masyarakat. Ini kan juga kelangkaan karena bareskrim Polri tangkap 75,000 ton Garam milik PT Garam, disitu katanya sudah ada ribuan ton garam dipackaging siap dipasarkan, itulah yang binin Garam langka dan harganya melambung tinggi,” paparnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengklaim kerugian para petani Garam karena masuknya Garam impor.

“Harga Garam jatuh 200 perak per kilogram karena masuknya garam impor. Kami minta PT Garam menjaga harga garam dari petani di level Rp1.000 ke atas,” ujarnya Jumat lalu (18/7/2017).

Sebelumnya harga garam di Jakarta sempat tembus Rp2000 hungga Rp5000/Kg. (iful/oca)

Komentar

Komentar