Home Breaking News Gara- gara Trump Mbalelo, 1 Kritis 31 Luka di Jalur Gaza

Gara- gara Trump Mbalelo, 1 Kritis 31 Luka di Jalur Gaza

53
Bentrok pasukan Israel vs warga Palestina di Yerusalem, Bethlehem- foto The Electronic Intifada.

YERUSALEM, CITRAINDONESIA.COM- Tercatat 31 luka warga Palestina. Bentrok dengan pasukan Israel di Jalur Gaza dan di Tepi Barat yang diduduki, saat rakyat Palestina berdemonstrasi menentang pengakuan Presiden AS, Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

1 orang kritis, 31 terluka,” tulis BBC, Jumat pagi (8/12/2017). Pengumuman Trump – disambut kebijakan AS yang terus-menerus membalikkan ketidakpastian mengenai isu sensitif tersebut.

Israel mengerahkan ratusan tentara tambahan di Tepi Barat saat orang-orang Palestina melakukan pemogokan dan turun ke jalan.

Pengunjuk rasa membakar ban mobil dan melemparkan batu, dan pasukan Israel menembakkan gas air mata, peluru karet dan peluru hidup.

“Dua roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke arah Israel namun langsung jatuh dekat,” kata tentara Israel.

Di Gaza, menurut kantor berita Reuters, orang-orang Palestina melemparkan batu ke pagar perbatasan pada tentara Israel yang menanggapinya dengan tembakan senapang mesin.

Banyak sekutu terdekat Washington mengatakan tidak setuju dengan kepindahan tersebut, dan kedua Dewan Keamanan PBB dan Liga Arab akan bertemu dalam beberapa hari mendatang untuk menentukan tanggapan mereka.

Ada kekhawatiran pasca pengumuman tersebut mengarah pecahnya kekerasan baru-baru ini. Kelompok Islam Palestina Hamas telah meminta intifadah baru, atau pemberontakan.

Mengapa Trump membalikkan kebijakan AS?

“Saya telah menilai tindakan ini untuk kepentingan terbaik Amerika Serikat dan upaya perdamaian antara Israel dan Palestina.” ujar Trump, Rabu (6/12/2017).

Dia mengatakan bahwa dia sedang mengarahkan departemen luar negeri AS untuk memulai persiapan untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Terlepas dari peringatan kerusuhan regional mengenai tindakan semacam itu, keputusan tersebut memenuhi sebuah janji kampanye dan mengajukan banding ke basis sayap kanan Trump.

Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota negara Israel “tidak lebih atau kurang dari sekedar pengakuan akan realitas”, tambahnya. “Ini juga hal yang tepat untuk dilakukan.” (bbc/oca)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar