Home Breaking News Fungsi Mall Berubah Jadi Lebih Ke Wisata Kuliner, Ada Apa?

Fungsi Mall Berubah Jadi Lebih Ke Wisata Kuliner, Ada Apa?

204
Peran Mall Berubah Jadi Lebih Ke Wisata Kuliner

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Saat ini, masyarakat ke Mall pada umumnya tidak lagi dengan tujuan utama untuk berbelanja, namun banyak pengunjung hanya sekedar makan sambil ngobrol, lalu pulang. Ada apa?

Menurut Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, secara rinci beberapa faktor yang membuat industri ritel konvensional terpukul. Salah satunya, adalah perubahan stigma masyarakat yang menganggap mall tidak lagi sebagai pusat perbelanjaan.

“Sekarang orang ke mall tujuan utama pada umumnya untuk kuliner. Mall yang menyediakan variasi makanan banyak akan laris. Kalau mau belanja barang branded, mereka belanja di luar negeri sekalian biasanya,” kata Amalia, seperti diberitakan VIVA.co.id, di Jakarta, Jumat (29/9/2017).

Selain itu, pengeluaran masyarakat saat ini lebih terukur, untuk mencapai suatu keinginan tertentu. Bappenas menyebut, beberapa kalangan menengah ke bawah sudah menganggap keperluan berlibur menjadi suatu kebutuhan, yang memang harus dilakukan.

“Masyarakat kita juga sudah mulai bergeser untuk menambah pengeluaran di leisure (kenyamanan). Beberapa pengeluaran untuk pembelian barang-barang yang kurang penting, mereka kurangi,” katanya.

Belum lagi, dia melanjutkan, kondisi ini ditambah dengan pergeseran pola belanja masyarakat yang cenderung mengarah pada belanja online. Bahkan, tak sedikit di antara mereka lebih memilih berbelanja di pusat perbelanjaan skala menengah seperti minimarket maupun pusat perbelanjaan sejenisnya.

Maka dari itu, industri ritel diharapkan bisa semakin beradaptasi dengan perubahan gaya berbelanja masyarakat. Industri ritel, terutama yang konvensional, pun harus bisa membaca indikasi perubahan gaya berbelanja masyarakat, agar mampu merencanakan strategi yang tepat.

“Industri harus semakin adaptif terhadap kebutuhan dan gaya belanja konsumen Indonesia. Sediakan delivery service yang memadai dan cepat tanggap, belanja melalui aplikasi, dan manjakan konsumen dengan teknologi,” katanya. (*)

Komentar

Komentar