Home Breaking News Erupsi Gunung Agung, Garuda Indonesia Batalkan 223 Penerbangan

Erupsi Gunung Agung, Garuda Indonesia Batalkan 223 Penerbangan

128
Garuda Indonesia Airbus A330-200-Foto Zhao.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Sehubungan peningkatan aktivitas erupsi Gunung Agung sejak 26 November 2017 lalu, dan diterbitkannya “Notification to Airman/Notam No. A4242/17 penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, maka seluruh penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bali & Lombok hingga Selasa (28/11/2017) kembali dibatalkan.

Pembatalan penerbangan di Lombok dan Bali tersebut sejalan komitmen perusahaan dalam mengedepankan aspek safety operasional penerbangan, khususnya mempertimbangkan sebaran abu vulkanik yang sangat beresiko terhadap keselamatan penerbangan,” ujar Pelaksana Harian VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono, tertulis diterima citraindonesia.com di Jakarta, Senin malam (27/11/2017).

Dengan adanya pembatalan penerbangan tersebut, sedikitnya 117 penerbangan Garuda Indonesia yang akan dibatalkan pasca peningkatan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Agung tersebut.

Adapun penerbangan dari dan menuju Bali yang terdampak adalah sebanyak 49 arriving flight dan 46 departing flight. Sementara itu penerbangan dari dan menuju Lombok yang terdampak adalah sebanyak 11 arriving flight dan 11 departing flight.

Dengan demikian total penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak sejak peningkatkan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Agung pada Minggu (26/11) hingga besok, Selasa, (28/11), adalah sebanyak 223 penerbangan terdiri dari 183 penerbangan dari dan menuju Bali, dan 40 penerbangan dari dan menuju Lombok.

Sehubungan dengan situasi tersebut, Garuda Indonesia juga menyediakan alternatif jalur darat dengan menyediakan bis bagi penumpang yang terdampak di Surabaya yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Denpasar

“Sehubungan dengan peningkatan aktivitas erupsi Gunung Agung tersebut, kami juga telah mempersiapkan contingency plan untuk penanganan penerbangan yang terdampak – termasuk penanganan penumpang dengan memastikan hak-hak penumpang dapat terakomodir dengan baik”. jelas Henky.

Dengan situasi force majeure ini, maka seluruh penumpang Garuda Indonesia yang memiliki tiket penerbangan tujuan dari dan ke Bali maupun Lombok, dalam hal ini yang terkena dampak dari pembatalan jadwal penerbangan Garuda Indonesia akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung tersebut diberikan pilihan untuk merubah jadwal penerbangan (Reschedule), memperpanjang masa berlaku tiket sampai dengan 6 (enam) bulan sejak terjadinya force majeure, merubah rute perjalanan (Reroute), mengganti nama dan berlaku hanya 1 (satu) kali penggantian saja, atau untuk melakukan “full refund” sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung tersebut, khususnya aktivitas sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bali & Lombok tersebut akan dilayani kembali setelah sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung mereda dan kembali dalam situasi normal.

Garuda Indonesia juga turut menghimbau para penumpang untuk memastikan kembali nomor kontak atau alamat e-mail yang tercantum pada tiket, agar kami dapat menghubungi apabila terjadi perubahan dalam penerbangan.

Dengan mempertimbangkan situasi yang terjadi, maka Garuda menghimbau para penumpang untuk tidak menuju Bandara di Bali maupun Lombok sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perubahan jadwal penumpang dapat menghubungi Call Center Garuda Indonesia (24 jam) di nomor 021-2351 9999 dan 0804 1 807 807. Garuda akan terus mengupdate situasi terkini melalui www.garuda-indonesia.com dan Twitter @IndonesiaGaruda. (dewi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar