Home Breaking News Erick Thohir Soal Tambahan Dana Asian Games 2018 Rp1,1 T

Erick Thohir Soal Tambahan Dana Asian Games 2018 Rp1,1 T

168
Pemegang saham mayoritas Inter Milan, Erick Thohir, sahamnya kepada perusahaan investasi asal Tiongkok, Suning Commerce Group, (Foto: Reuters).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Ketua Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir menyebut usulan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan untuk Asian Games Rp1,1 triliun tidak berarti terjadi kelebihan atau “over budget”.

‘Jika bicara tiga tahun lalu, kebutuhan anggaran Asian Games itu sebenarnya Rp8,7 triliun. Tapi, yang disetujui pemerintah hanya Rp4,5 triliun. Sementara total keseluruhan sebetulnya Rp6,5 triliun. Dengan rincian Rp4,5 triliun penyelenggaraan, Rp1 triliun pendukung, Rp1 triliun lagi pajak. Jadi tidak menyalahi omzet besar’, kata Erick di Jakarta, Sabtu (3/2/2018).

Pajak tersebut, kata Erick, harus dibayar semisal mereka mendapatkan sponsor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

‘Jika dapat, kan harus bayar 10 persen untuk pemerintah. Ini mekanisme alur dana, bukan kami melebihi budget. Ini masalah cash flow saja’, ujar Erick.

Walau dalam ketentuan umum kontrak penyelenggara, tuan rumah tidak dikenai pajak, kata Erick, realita yang ada INASGOC harus membayar pajak karena di Indonesia ada undang-undang yang mengaturnya.

Erick menyebut usulan penambahan anggaran sekitar Rp1,1 triliun tersebut, bukan merupakan usulan dadakan dan memang kewajiban yang harus dipenuhi pemerintah.

‘Jadi sebenarnya usulan Rp1,1 triliun itu terbagi Rp600 miliar pajak dan Rp500 miliar dana yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan karena kami baru dapat Rp3,7 triliun’, ucap Erick.

Sebelumnya, Deputi Keuangan INASGOC Gatot S. Dewa Broto mengatakan INASGOC sejatinya telah mendapatkan Rp1,79 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia 2018.

Namun jumlah itu ternyata masih kurang dan INASGOC masih butuh tambahan Rp1,1 triliun untuk menutupi kebutuhan pembayaran sewa arena pertandingan, serta upacara pembukaan dan penutupan.

INASGOC sempat berharap kekurangan dana bisa ditutup dari sponsor, namun target ini diragukan bisa dicapai karena waktu yang sudah semakin pendek.

INASGOC mengusulkan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan, walau usulan itu akhirnya menimbulkan anggapan jika INASGOC berlebihan dalam menyusun anggaran. (ant/ling)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar