Home Breaking News Enam Sektor Industri Primadona Tahun 2018

Enam Sektor Industri Primadona Tahun 2018

65
Menperin Airlangga Hartarto didampingi Dirjen IKM Gati Wibawaningsih saat didorstop awak media. Foto Humas Kemenperin.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Ini enam sektor industri primadona Indonesia yang diharapkan indikator pertumbuhan ekonomi tahun 2018. Yakni, baja dan otomotif, elektronika, kimia, farmasi, serta makanan dan minuman, primadona dorong pertumbuhan ekonomi tahun 2018. Di mana, kinerja industri pengolahan non-migas tahun 2018 ditetapkan tumbuh 5,67 persen.

“Pada triwulan III tahun 2017, beberapa subsektor tersebut kinerjanya di atas pertumbuhan ekonomi. Misalnya, industri logam dasar sebesar 10,60 persen, industri makanan dan minuman 9,49 persen, serta industri alat transportasi 5,63 persen,” kata Menperin Airlangga Hartarto, tertulis di Jakarta, Selasa (2/1/2017).

Periode 2015-2017, industri smelter terintegrasi produk turunannya stainless steel memiliki kapasitas 2 juta ton per tahun. Naik dibanding tahun 2014 yang hanya 65 ribu ton produk setengah jadi berupa feronikel dan nickel matte.

Sektor-sektor yang menyerap tenaga kerja cukup banyak, antara lain industri makanan dan minuman lebih dari 3,3 juta orang, industri otomotif sekitar 3 juta orang, industri tekstil dan produk tekstil sebanyak 2,73 juta, serta industri furnitur berbahan baku kayu dan rotan nasional untuk tenaga kerja langsung dan tidak langsung mencapai 2,5 juta orang.

Sekedar tahu, data BPS, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan pada Januari-November 2017 naik 14,25 persen dibanding periode yang sama tahun 2016.

Semester I tahun 2017, ekspor industri pengolahan non-migas USD59,78 miliar atau naik 10,05 persen dibanding periode sama tahun 2016, USD 54,32 miliar.

Ekspor industri pengolahan non-migas tersebut memberikan kontribusi sebesar 74,76 persen dari total ekspor nasional pada semester I/2017 yang mencapai USD 79,96 miliar ke China, Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa.

Industri pengolahan nonmigas memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan III/2017 dengan mencapai 17,76 persen.

Sedangkan, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada triwulan III/2017 sebesar 5,49 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen.

Industri menjadi penyumbang terbesar dari pajak dan cukai. Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan pajak dari sektor industri hingga triwulan III/2017 mencapai Rp224,95 triliun atau tumbuh 16,63 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pada 10 tahun terakhir, penerimaan negara dari cukai semakin meningkat. Data BPS memperlihatkan tren positif ini sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp145,53 triliun pada 2016. (dewi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar