Home EKUIN P3DN Ekonomi Melambat ke Depan, Impor Bahan Baku Ciut!

Ekonomi Melambat ke Depan, Impor Bahan Baku Ciut!

193
Ilustrasi industri furniture, (Foto: istimewa)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Kinerja industri nasional diperkirakan akan melambat ke depan, sejalan dengan menciutnya nilai impor bahan baku industri versi BPS.

“Nampaknya kinerja ekspor ke depan menurun, karena impornya khusus bahan baku kan merosot dalam data BPS,” ujar Hartono Adhipradono, pelaku usaha kepada awak media di Jakarta, Senin (16/1/2017).

Seperti diketahui, Indonesia ini memang memiliki ketergantungan bahan baku untuk berproduksi. Katakanlah, industri manufaktur otomotif, besi baja, obat- obatan bahkan sekotor pangan, di mana rau sugar misalnya masih terus diimpor.

“Kita itu hampir semua jenis barang ekspor kan bahan bakunya masih diimpor. Mulai dari industri manufaktur hingga produk makanan dan minuman. Yang tidak kita impor ya cuma Rotan barang kali,” tambahnya.

Dia juga menyoroti melambatnya perekonomian global akhir- akhir ini. Mengkhawatirkan kalangan dunia usaha.

“Pasar global juga melambat. Tapi nggak tahu nanti setelah Donald Trump dilantik 20 Januari. Tapi nampaknya dunia rada pesimistis juga,” imbuhnya.

Dia berharap pemerintah bisa menstimulasi pasar dalam negeri dengan memberantas peredaran barang impor illegal atau yang tidak sesuai SNI demi pasar produk dalam negeri.

“Pasar dalam negeri ini harus distimulasi dengan baik. Barang impor illegal dibersihkan dari pasar. Kan mendistorsi pasar produk kita,” pintanya.

Seperti diketahui, BPS merilis data bahwa nilai impor golongan bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Desember 2016 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, masing-masing sebesar 5,73% dan 9,64%.

Sebaliknya, impor golongan barang konsumsi meningkat 13,54%.

“Naiknya impor barang konsumsi ini artinya karena banyaknya indsutri yang mulai berdagang. Mungkin mereka sulit impor bahan baku… ya mungkin bea masuknya tinggi, termasuk BMAD-nya,” tandasnya. (friz)

 

Komentar

Komentar