Home Breaking News “Alamak” Harga Bayi Rp2,7 Hingga Rp15 Juta di Pematang Siantar

“Alamak” Harga Bayi Rp2,7 Hingga Rp15 Juta di Pematang Siantar

134
Foto ilustrasi

PEMATANG SIANTAR- CITRAINDONESIA.COM- Ini berita “edan”. Oknum ibu- ibu ini mengobral bayinya. Harganya mulai dari Rp2,7 juta hingga Rp15 juta. Untung Polisi berhasil meringkus 14 orang sindikat perdagangan bayi di Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Diamankan juga bayi- bayi yang diperdagangankan itu, “alamak?”

“Mereka para sindikat yang ditangkap itu bidan, dukun beranak, calo penjual bayi, wanita melahirkan kemudian menjual anaknya, dan si pembeli bayi,” ujar Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan, Minggu (6/8/2017).

Kapolres mengatakan, 8 bayi sudah dijual sindikat itu ke Batam, Asahan, Simalungun, dan daerah lainnya. Kasus terus dikembangkan guna membongkar penjualan bayi lain yang diperkirakan ke luar negeri.

Para pelaku yang diperiksa petugas masing- masing ; Lentina Panjaitan, ibu yang tiga kali menjual bayinya, Eni Putri Sinurat bidan pembantu, Hot Maurina Manurung dukun beranak, Periadi dan istrinya Rosdiana pembeli bayi.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat. Lentina yang sebelumnya terlihat perut membesar, belakangan sudah kelihatan normal. Warga curiga terhadap Lentina karena berprofesi sebagai pelayan kafe,” katanya.

Ny Lentina lantas mengaku perbuatannya. “Saya menjual anak karena tidak sanggup membayar biaya persalinan. Saya menjualnya karena lelaki yang hamili saya tidak mau bertanggung jawab. Pertama kali menjual bayi sekitar tahun 2010 lalu, seharga Rp2,7 juta,” jelasnya.

Sementara Kepala Kepolisian Sektor Tanah Jawa, Kompol Enderson Siringoringo menyampaikan, 8 bayi dijual Rp2,7 juta, Rp 10 juta dan Rp15 juta.

“Ada beberapa orang lagi sedang diburu anggota kita. Janin hasil hubungan gelap sengaja dibesarkan sampai melahirkan. Buktinya, tiga kali tersangka menjual bayinya,” ungkapnya.

Para tersangka diduga melanggar Pasal 68 jo Pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak jo Pasal 55 ayat 1 ke 1e KUPidana atau Pasal 79 UU Nomor 23 Tahun 2002. (josua)

 

Komentar

Komentar