Home Breaking News Dubes AS Tawarkan Bantuan Teknis Peningkatan Destinasi Pariwisata Indonesia

Dubes AS Tawarkan Bantuan Teknis Peningkatan Destinasi Pariwisata Indonesia

603
Duta Besar AS, Joseph R. Donovan (kiri) tampak berbincang serius dengan Menpar, Arief Yahya (kanan). (Photo Isra).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Duta Besar Amerika Serikat (AS), Joseph R. Donovan bertemu Menteri Pariwisata Arief Yahya, membahas kerjasama di bidang pariwisata serta menawarkan bantuan teknis meningkatkan kualitas lingkungan destinasi pariwisata, khususnya Bali, akan menjadi tuan rumah event besar Annual Meeting IMF World Bank, Oktober 2018 dan menyambut Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

“Adanya dua event besar Asian Games 2018 dan Annual Meeting IMF World Bank pada Oktober 2018 akan kita gunakan sebagai momentum untuk menjadikan Bali bersih dari sampah, agar menjadi tuan rumah yang bagus,” kata Menpar di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (10/4/2017).

Dubes Joseph R.Donovan Jr mengatakan, ada beberapa area yang bisa dikerjasamakan dalam mengembangkan pariwisata, terutama jasa hotel dan penciptaan bidang ecotourism serta pariwisata alam.

“Kunjungan ini sebagai rangkaian perkenalan saya dengan semua menteri. Saya bilang ke Pak Menteri (Arief Yahya) bahwa pekerjaan beliau enak sekali, saya ingin ikut beliau mengunjungi tempat-tempat bagus di Indonesia,” kata Joseph R.Donovan.

Kedubes AS memiliki program untuk pembuangan sampah padat dan pembuangan sampah laut.

“Saya harap program ini terus berlanjut dengan kerjasama yang telah kita bangun dengan Kementerian Pariwisata,” tambahnya menyusul rencana kunjungan Wakil Presiden AS, Mike Pence ke Indonesia waktu dekat ini. Dia kemitraan AS dan Indonesia ke depan berjalan baik.

Kunjungan;

Sementara itu, Menpar Arief Yahya menjelaskan, sampah menjadi tantangan besar bagi pariwisata Indonesia, berakibat ranking pariwisata Indonesia khususnya untuk environmental sustainability, menurut laporan World Economic Forum (WEF), berada di urutan bawah yaitu 131 dari 141 negara.

Namun mantan Dirut Telkon ini tidak secara eksplisit menyatakan apakah menerima atau tidak tawaran bantuan teknis negara Paman Sam itu.

Sedangkan kunjungan wisman AS ke Indonesia kata dia, naik 300.000 tahun lalu atau tumbuh 11,05 persen dibandingkan tahun 2015 sebesar 260 ribu wisman.

“Tahun ini kita mentargetkan 375 ribu atau tumbuh 25%. Angka ini mengalahkan jumlah kunjungan wisman Inggris sebesar 300 ribu. Wisman AS memilih Bali sebagai destinasi favorit mereka,” ungkap Menpar.

Untuk mendukung target kunjungann wisman AS tahun ini, Kemenpar menyiapkan 6 agenda kegiatan pariwisata ke AS antara lain;

  • Pameran New York Times Travel Show (umum),
  • Los Angeles Travel and Adventure Show (umum) ,
  • Searade Cruise Global (cruise),
  • IMEX Amerika (MICE),
  • DEMA Show (diving),
  • Indonesia Sales Mission in USA.

(Isr)

Komentar

Komentar