Home Breaking News Dua Wartawan Reuters Dipenjara ‘Bela’ Rohingya

Dua Wartawan Reuters Dipenjara ‘Bela’ Rohingya

113
Gara-gara membela Rohingya ini diduga dua wartawan reuters di penjarakan rezim Myanmar- blur foto handout

MYANMAR, CITRAINDONESIA.COM- Reuters mengungkapkan rincian penyelidikan atas eksekusi massal Rohingya oleh tentara dan penduduk desa itu sebagai alasan penangkapan dua wartawan di Myanmar.

Wa Lone dan Kyaw Seo Oo sedang menunggu persidangan, dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Rahasia Negara.

Kantor berita itu mengklaim bahwa mereka menemukan bukti bahwa 10 orang Rohingya dibunuh secara tidak sah di negara bagian Rakhine tahun lalu.

Dua wartawan Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditahan di penjara Myanmar karena meliput kasus pembantaian Rohingya.

Ia berharap ini akan menunjukkan bahwa pasangan tersebut bertindak untuk kepentingan umum.

Pemimpin redaksi Reuters, Stephen J Adler mengatakan: ‘Ketika Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditangkap, fokus utama kami adalah pada keselamatan mereka. Begitu kami memahami situasi hukum mereka, kami berkonsultasi dengan Wa Lone dan Kyaw Soe Oo dan saudara mereka, memutuskan kami menerbitkan catatan tentang apa yang terjadi di desa Inn Din’, katanya.

Wartawan Reuters ditahan Wa Lone (2-R) dan Kyaw Soe Oo (2-L) dikawal oleh polisi saat mereka meninggalkan pengadilan setelah persidangan di Yangon, Myanmar, 01 Februari 2018.

‘Kami menerbitkan investigasi ground-breaking ini karena ini untuk kepentingan publik global’, tambahnya.

BBC tidak dapat memverifikasi secara independen rincian pembunuhan diduga – akses ke area tersebut dibatasi – terjadi setelah serangkaian tuduhan pembantaian di Rakhine tahun lalu berdasarkan kesaksian saksi mata.

Krisis di negara bagian Rakhine yang sebagian besar beragama Budha, Myanmar, menjadi berita utama global akhir tahun lalu ketika ratusan ribu orang Muslim melarikan diri dari tindakan militer yang mematikan.

Pihak militer mengatakan bahwa pihaknya memerangi militan Rohingya di Rakhine, namun kelompok hak asasi manusia mengatakan ribuan warga sipil telah terbunuh. (oca)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar