Home Breaking News Drama Oskar Kokoschka dan Alma Mahler Berakhir Duka

Drama Oskar Kokoschka dan Alma Mahler Berakhir Duka

695
Alma Maher dan Suaminya.

SEBUAH pameran unik di The Baker Museum. Mengisahkan pertemuan artis ekspresionis, penyair dan dramawan Oskar Kokoschka (Austria, 1886-1980) kali pertama bertemu seorang perempuan aduhai Alma Mahler, janda komposer Gustav Mahler, 12 April 1912, di Wina.

Ini adalah awal dari sebuah kisah cinta tragis yang akan berakhir hanya tiga tahun kemudian.

Salah satu wanita yang paling luar biasa fin-de-siècle Wina, Alma Mahler awalnya tergila-gila dengan Kokoschka. Pendek cerita, mereka akhirnya tinggal seatap, dan terus melukis dirinya berkali-kali.

Namun, ledakan emosional Kokoschka ini tidak dapat diprediksi. Dia mencintai penuh gairah dan tanpa syarat.

Lantas apa kata Alma Mahler? “Tiga tahun di tengah pertempuran cinta. Tidak pernah saya mencicipinya. Begitu banyak neraka dan surga dunia,” ujar Alma mengisahkan kehangatan.

Lantas, Sang Pencipta memberinya sebuah nikmat luar biasa awal Juli 1912. Alma hamil oleh Kokoschka.

Namun penyair sejati itu memaksa Alma menggugurkan kehamilan tiga bulan kemudian. Perempuan yang begitu syujud dengan sang suami, tak berani membantahnya.

Krekk…..lantas si jabang bayi pecah. Darah berlumuran, lantas dilap ke sepotong kain. Dan Alma ia memberikan kain berdarah itu kepada Kokoschka dan membawanya pulang. “Itu hanya anak saya dan akan selalu begitu,” katanya.

Kokoschka tidak pernah merasakan rasa sakit karena kehilangan anak mereka. Entahlah….

Namun tahu tidak Anda, betapa menderitanya Alma setelah menggugurkan kandungannya itu, namun dia tetap pintar menyembunyikannya di depan sang pangeran!

Pameran ini termasuk litograf yang Kokoschka yang tergambar dalam puncak emosional yang dramatis dan hubungannya dengan Alma Mahler, sering dalam bentuk alegoris.

Tragedi itu pernah diilustrasikan dalam The Great Wall of China (1914) oleh Karl Kraus; 12-litograf portofolio Columbus The Bound (1913); yang Bachkantate (1914) dan ilustrasi untuk puisinya Allos Makar (1914).

Lanjut cerita, untuk menghibur diri, setelah kehilangan kekasihnya, Kokoschka menugaskan Munich, seorang ahli pembuat boneka, untuk membuat boneka  Hermine Moos semirip Alma pada bulan Juli 1918.

Boneka tersebut dirancang sesuai dengan deskripsi Kokoschka sendiri. Meskipun hasilnya adalah kekecewaan pahit baginya, ia menggunakan boneka jimat ini dalam beberapa lukisan dan gambar.

Kokoschka kemudian menghancurkannya, tetapi pada tahun 2008, seniman Swiss Denis Savary membuat replika boneka berdasarkan foto. Boneka tersebut sejak itu telah dibeli oleh Musée Jenisch di Swiss.

Intinya kehangatan cinta kasih kedua insan ini berakhir duka dan tragis, karena si dramawan tak mensyukuri nikmat dari sang pencipta dan menggugurkan kandungan istrinya.

Padahal sejatinya dititipkannya si jabang bayi di rahim Alma, pasti membuat mahligai rumah tangganya makin caspleng.  (linda)

Komentar

Komentar