Home Breaking News Doping, IOC Ancam Larang Rusia Ikut Olimpiade Pyeongchang

Doping, IOC Ancam Larang Rusia Ikut Olimpiade Pyeongchang

70
Olimpiade 2018 Pyeongchang Korea Selatan. reuters

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Mata dunia olahraga tertuju di markas Komite Olimpiade Internasional di Lausanne. Ini terkait konspirasi doping atlet Rusia yang disponsori pemerintahnya.

Terkait itu, Selasa malam (5/1/2017), Presiden Thomas Bach mengumumkan apakah dia dan dewannya melarang Rusia ikut Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan tahun 2018.

Untuk negara bangsawan Olimpiade, tuan rumah Piala Dunia Sepak Bola di Rusia itu, akan dilarang mengikuti ajang itu, ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Isu doping tengah menakutkan sejumlah atlet dan negaranya. Kini hanya 66 hari menjelang Olimpiade di Pyeongchang 2018, dimulai tepat 9 Februari 2018.

Jerman dan dewan pengurus akan bertemu siang hari untuk meneliti temuan dan rekomendasi penyelidikan 16 bulan dipimpin mantan presiden Swiss, Samuel Schmid.

Timnya telah melihat tuduhan keterlibatan pemerintah dalam kecurangan saat Rusia menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin terakhir di Sochi pada tahun 2014.

Mereka akan memutuskan apakah ada cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa ini memang yang terjadi, meskipun ada penyangkalan yang berulang kali.

Tentu ini adalah salah satu keputusan terbesar yang pernah diambil IOC, dan momen terpenting dalam kisah doping membayangi gerakan Olimpiade.

Sebelumnya pada malam Olimpiade 2016, IOC mendapat tekanan besar untuk melarang tim Rusia ikut Olimpiade menyusul temuan tim independen dimpimpin profesor hukum Kanada, Richard McLaren.

Bahwa dia menyimpulkan Rusia terlibat konspirasi doping yang disponsori negara yang menguntungkan 1.000 atlet di seluruh wilayah tersebut. Juga kepada 30 atletnya antara 2012 dan 2015.

Meskipun demikian, IOC tidak dapat memaksa untuk menghukum Rusia.(oca)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar