Home Breaking News Ditawarkan Insentif Rangsang Investor Bangun Pabrik Gula

Ditawarkan Insentif Rangsang Investor Bangun Pabrik Gula

4036
Ketua DPP APTRI Arum Sabil (kiri) dan JK di kebun Tebu rakyat.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pemerintah tawarkan insentif untuk merangsang animo investor membangun pabrik Gula Kristal Putih (GKP) terintegrasi dengan perkembunan Tebu- sebagai bahan baku produksinya sesuai amanat PP No.2 Tahun 2017.

“Pemberian insetif bahan baku GKM impor tersebut untuk menarik minat para investor. Namun ada pula syarat-syarat dibutuhkan untuk mendapatkan insetif tersebut, seperti pabrik gula baru atau perluasan terintegrasi dengan perkebunan dan harus mempunyai Izin Usaha Industri (IUI),” ungkap Panggah Susanto, Direktur Jendral Industri Agro Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Atas insentif itu juga akan diberikan izin impor bahan baku Gula Kristal Mentah (GKM) atau rau sugar sebelum mampu memproduksi sendiri bahan bakunya hingga 7 tahun ke depan.

Kondisi ini menyusul gagalnya pemerintah meyakinkan investor gula meski memberikan Tax Allowance and Tax Holiday.

Berikut syarat yang ditentukan pemerintah untuk insentif itu;

  1. Pabrik gula baru atau perluasan terintegrasi perkebunan tebu lengkap dari proses ekstraksi (stasiun gilingan)  sampai proses kristalisasi menghasilkan gula sesuai standard ditentukan.
  2. Pabrik gula mempunyai Izin Usaha Industri (IUI) diterbitkan setelah 25 Mei 2010 setelah Perpres No 36 tahun 2010 tentang daftar bidang usaha tertutup dan terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal.

Nantinya adapula jangka waktu dalam pemberian insetif bahan baku Gula Kristal Mentah impor tersebut seperti :

• Paling lama 7 Tahun, bagi pabrik gula yang baru terintegrasi dengan perkebunan tebu  diluar pulau Jawa.
• Paling lama 5 Tahun, pabrik gula baru terintegrasi perkebunan tebu di Pulau Jawa.
• Paling lama 3 Tahun, pabrik gula perluasan terintegrasi perkebunan tebu.

Insentif itu menyusul gagalnya pencapaian program swasembada gula tahun 2009 era Presiden SBY, akan membangun pabrik gula dan perkebunan Tebu di Indonesia Timur.

Nyatanya itu hanya mimpi di siang bolong. Se-meter tanah pun tak ada di sana untuk lahan perkebunan tebu, juga untuk pabrik!

Kini pemerintah bergegas mendongkrak kinerja pabrik gula terintegrasi perkebun Tebu untuk mengurangi ketergantungan importasi raw sugar, juga meningkatkan pasokan di dalam negeri. (Ning)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar