Home Breaking News Dirjen Hortikultura Soroti Pengepul Naikkan Harga Bawang Merah dan Cabai

Dirjen Hortikultura Soroti Pengepul Naikkan Harga Bawang Merah dan Cabai

124
Dirjen Hortikultura Kementan Spudnik Sujono (kanan) tampak sumringah memegang Cabai yang sudah dikemas. Foto Ningsih

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Spudnik Sudjono Kamino, memastikan apabila terjadi kenaikan harga Cabai dan Bawang Merah di pasar tradisional itu bukan karena kurang produksi di daerah sentra. Namun dikarenakan adanya anomali harga di pasaran yang menyebabkan harga tersebut melonjak kendati pasokannya melimpah dari sentranya.

Kami yakin sampai maret 2018 itu, untuk kebutuhan Cabai dan Bawang Merah masih dapat tercukupi. Karena kita kan saat ini menerapkan sistem manajemen tanam yang membuat ketersediaan bahan pangan selalu terus ada’, tegas Spudnik Sudjono Kamino di Kantornya, Kamis (28/12/2017)

Spudnik juga tengah menyoroti bahwa kenaikan harga komoditas tersebut di pasaran, misalnya, lebih dikarenakan permainan harga oleh para pengepul (toke- toke) yang membuat para pedagang menjualnya lebih tinggi di pasar dibandingkan harga di tingkat petani.

“Karena saat ini kita tengah diserang intensitas hujan yang sangat tinggi dan juga adanya serangan organisme penganggu tanaman (OPT). Dijadikan alasan para pengepul untuk menaikan harga di pasaran. Padahal nyatanya produksi di berbagai daerah itu masih sangat tinggi, bahkan surplus dan juga untuk harga saat ini di tingkat petani sangat jatuh,” terang Spudnik mengungkapkan realitas di lapangan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, perbandingan harga aneka Cabai dan Bawang Merah di tingkat petani dan pasar retail Jakarta periode bulan Desember 2016 dan 2017 mencapai dua kali lipat dari harga di tingkat petani.

Untuk harga:

  • Bawang Merah harga rata-rata di tingkat petani per Desember tahun 2017 Rp12.951/Kg, harga rata-rata pasar retail di Jakarta per Desember 2016 Rp38.602/Kg dan Desember 2017 Rp27.811/Kg.
  • Cabai Rawit Merah, rata-rata harga petani Desember 2017 Rp15.335/Kg, harga rata-rata pasar retail Jakarta Desember 2016 Rp62.764/Kg dan Desember 2017 Rp30.982/Kg.
  • Cabai Rawit Hijau, rata-rata harga petani per Desember 2017 Rp16.508/Kg dan harga rata-rata pasar retail Jakarta Desember 2016 Rp56.142/Kg, per Desember 2017 Rp27.042/Kg.
  • Cabai Merah Besar, rata-rata harga petani Desember 2017 Rp16.230/Kg, harga rata-rata pasar retail Jakarta per Desember 2016 Rp56.433/Kg dan Desember 2017 Rp35.915/Kg.
  • Cabai Merah Keriting, rata-rata harga petani Desember 2017 Rp22.739/Kg, untuk harga rata-rata pasar retail Jakarta Desember 2016 Rp57.931/Kg dan Desember 2017 Rp40.732/Kg.

Untuk perkiraan ketersediaan Cabai dan bawang Merah bulan Desember 2017 sampai Januari 2018 sbb :

  • Cabai Besar, per Desember 2017, ketersediaan 104.064 Ton dari total kebutuhan 95.652 Ton, surplus 8.412 Ton dan untuk bulan Januari 2018 102.153 Ton, total kebutuhan 93.311 Ton sehingga surplus 8.842 Ton.
  • Cabai Rawit, Bulan Desember ketersediaan 81.637 Ton dari total kebutuhan 73.099 Ton sehingga surplus 8.538 Ton dan untuk bulan Januari 2018 77.847 Ton, total kebutuhan 69.843 Ton sehingga surplus 8.004 Ton.
  • Bawang Merah, Bulan Desember ketersediaan 123.849 Ton dari total kebutuhan 109.437 Ton, sehingga surplus 14.412 Ton. Untuk Januari 2018 117.904 Ton dengan total kebutuhan 101.597 Ton sehingga surplus 16.308 ton.

“Kesimpulannya adalah, untuk Bawang Merah pada dasarnya harga di tingkat petani masing rendah sebesar Rp7.000-11.000/Kg, berada di bawah BEP. Yang berarti petani mengalami kerugian dan disparitas harga petani dengan pasar grosir Kramat Jati sekitar 47 persen, sedangkan disparitas harga di tingkat petani dengan retail Jakarta sangat lebar mencapai 275 persen,” papar Spudnik.

Dia menambahkan, untuk komoditas aneka Cabai, harga cabai di petani masih dalam batas wajar yaitu cabai Merah Besar berkisar Rp11.000-20.000/Kg, Cabai Merah Keriting Rp19.000-24.000/Kg, Cabai Rawit Merah Rp9.500-25.000/Kg dan Cabai Rawit Hijau Rp12.000-20.000/Kg. Artinya, disparitas harga petani masih relatif kecil antara harga dipetani dengam grosir berkisar 10-32 persen sedangkan harga petani dengan retail cukup lebar berkisar 65-125persen.

Sementara harga Bawang Merah dan Cabai pada tahun 2018 diprediksi relatif stabil meskipun ada kecenderungan meningkat. Berdasarkan trend analisi harga rata-rata pasar retail Jakarta pada tanggal 1 Januari 2018 adalah sebagai berikut :

– Cabai Merah Besar Rp 46.000 per Kg
– Cabai Merah Keriting Rp 38.000 per Kg
– Cabai Rawit Merah Rp 31.000 per Kg
– Cabai Rawit Hijau Rp 29.000 per Kg
– Bawang Merah Rp 29.000 per Kg

“Harga tersebut di atas terjadi tanpa adanya intervensi pemerintah atau berjalan sesuai dengan mekanisme pasar reguler,” imbuh Spudnik.

Dirjen Horti yang ramah dengan awak media ini juga mengungkapkan hasil pemantauannya untuk harga per 25 Desember. Bahwa ada perbandingan delta margin yang sangat signifikan antara harga di tingkat petani dengan harga di retail Jakarta. Disparitas harga Bawang Merah itu mencapai 400 persen, Cabai Merah Keriting 456 persen dan Cabai Rawit Merah 606 persen.

Sekedar tahu, bahwa itu kondisi ril di lalapngan dan sangat biasa memang. Yang disayangkan adalah tingganya disparitas harga itu sama sekali tak dirasakan para petani kita. Itu tampaknya yang membuat Spudnik prihatin! (Ning)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar