Home Breaking News Diperkirakan Potensi Gempa Bumi Terus Mengintai

Diperkirakan Potensi Gempa Bumi Terus Mengintai

71
Salah satu dampak gempa bumi yang terjadi di Jateng. (Foto: Nusantaran)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengiatkan, waspada terhadap potensi gempa bumi yang terus meningkat yang terjadi mejelang Natal 2017 hingga tahun baru 2018.

‘Secara geografis Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik utama dunia yang bergerak relatif saling mendesak satu dengan lainnya,’ tutur Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, P.hd. saat memberikan keterangan pers, di Kantor BMKG, Senin (18/12/2017).

Ketiga lempeng tersebut adalah Lempeng Indo-Australia di sebelah Selatan, Lempeng Pasifik di sebelah Timur, Lempeng Eurasia di sebelah Utara (dimana sebagian besar wilayah Indonesia berada), dan ditambah Lempeng Laut Philipina.

Adapun karakteristik lempeng tektonik, adalah Lempeng Indo-Australia bergerak ke arah Utara dan bertumbukan dengan Lempeng Eurasia. Sementara Lempeng Pasifik bergerak ke arah Barat sedangkan Lempeng Eurasia relatif diam.

‘Kondisi inilah yang menyebabkan Indonesia sebagai wilayah supermarket bencana yang rawan gempa bumi dan tsunami. Meskipun teknologi saat ini belum ada yang dapat memprediksi terjadinya gempa bumi secara tepat dan akurat,’ jelas Dwikorita Karnawati.

Hal ini dibuktikan dari data IRBI bahwa ancaman tsunami Indonesia adalah 46% dari panjang pantai Kepulauan Indonedia, 233 dari 515 Kabupaten, dan 23 dari 34 Provinsi.

Berdasarkan sejarah gempa bumi yang tercacat oleh BMKG, telah terjadi gempa bumi rata-rata sebanyak 4.500 kali/ tahun. Diantaranya gempa bumi dengan magnitude 5 atau lebih yang sifatnya mulai merusak terjadi sebanyak rata rata 360 kali/ tahun.

Menyadari kondisi ini, Dwikorita mengatakan BMKG siap untuk memberikan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang terus dimonitor 24 jam/ 7 hari. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dalam pengurangan resiko dampak gempa bumi dan tsunami.

Untuk pengamatan gempa bumi dengan magnitude 5 atau lebih berpusat di Pusat Gempa Nasional BMKG, sementara untuk gempa bumi dengan magnitude dibawah 5 terpusat di Stasiun Geofisika yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia berjumlah 33 Stasiun geofisika dengan 165 sensor seismograf dan 285 accelerometer.

Sebagai langkah pengurangan resiko dampak gempa bumi dan tsunami, mengharapkan masyarakat agar lebih siap sebelum terjadi gempa dan tsunami, termasuk struktur bangunan, serta langkah melkakun penyelamatan gempa bumi dan tsunami. (pemi)
Bagian Hubungan Masyarakat

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar