Home Breaking News Didepan Menteri BUMN Amran Tampil Bombastis Impor Beras Nol Persen

Didepan Menteri BUMN Amran Tampil Bombastis Impor Beras Nol Persen

190
Mentan Andi Amran Sulaiman di Ambon mendeklarasikan kejayaan rempah- rempah Indonesia.

CIAMIS, CITRAINDONESIA.COM- Pada saat panen raya di Ciamis, Jabar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tampil berapi- api alias bombastis, bahwa kini Indonsia bisa mengejutkan dunia……ada apa gerangan?

“Kita saat ini sudah membuat kejutan di dunia. Dulu kita rutin impor Beras, Jagung, Bawang dan Cabai. Semua itu hingga saat ini sudah nol persen,” tegasnya di hadapan Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PDT Eko, Wagub Jabar, Deddy Mizwar dan para petani saat panen raya padi Desa Medanglayang, Kec. Panumbangan, Senin (9/10/2017).

Pernyataan bombastis tersebut diungkapkan Mentan Amran guna memacu atau membakar semangat seluruh petani dan stake holders Indonesia untuk ke depan terus dan terus berpacu meningkatkan kinerjanya demi mengembalikan kejayaan bisnis Rempah- rempah Indonesia seperti tempo doeloe atau zaman VOC.

Di mana, untuk start up itu, Pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Jokowi- JK siap membantu para petani untuk meningkatkan produktivitas, hasil panennya, dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana produksi baik alsintan, pupuk, bibit unggul hingga alokasi anggaran sebesar Rp5,5 triliun.

“Pertanian Indonesia sekarang, sering dicari menteri-menteri pertanian negara tetangga, mau belajar bagaimana kiat keberhasilan kita,” papar Amran sesuai realitas kekinian.

Amran memang benar adanya. Bahwa Indonesia sudah berubah. Tidak lagi seperti selama ini memiliki ketergantungan terhadap importasi bahan pangan termasuk komoditas hortikultura mulai dari Beras, Cabai, Bawang Putih- Merah, Gula, Jagung, Kedelai dan lainnya.

Bahkan untuk importasi buah- buahan, Semangka, Apple, Jeruk, Pir, Anggur pada sekitar 10 tahunan yang lalu versi para importir mengklaim bahwa devisa Indonesia harus tergerus tak kurang dari Rp10 triliun. Padahal katanya negeri ini tanah surga.

“Impor Jagung selama ini menghabiskan devisa Rp12 triliun setiap tahun dan sekarang sudah nol. Irigasi, arahan bapak presiden (Jokowi) 3 juta hektar dalam 3 tahun. Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR menyelesaikan hanya dalam tempo 1,5 tahun. Semua itu dilakukan untuk masyarakat tani,” pungkas Amran.

Sekedar tahu, dalam perjalanan Kebinet Kerja sekitar tiga tahun, di mana Mentan Amran Sulaiman dan jajaran dan didukung lintas Kepenterian/ Lembaga, terbukti sudah mampu bagai membalikkan tangan. Importasi berbalik 360 derajat menjadi eksportasi. Kini kita negara eksportir komoditas pertanian… beras, bawang merah, kelapa muda dan lainnya. Yang kesemuanya itu menambah devisa negara plus mensejahterakan petani.

Di mana NTP petani pada September 2017, Nilai Tukar Petani (NTP) naik 0,61% atau sebesar 102,22 dibanding NTP bulan sebelumnya! (dewi/olo)

 

Komentar

Komentar