Home Breaking News Diapresiasi Suku Bunga Acuan BI 4,5 Persen, Tapi?

Diapresiasi Suku Bunga Acuan BI 4,5 Persen, Tapi?

141
Pegawai kelelahan setelah menyusun tumpukan uang. (Foto: Smeaker)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pengusaha mengapresiasi keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4,5 persen guna mendorong pertumbuhan ekonomi lebih moderat.

“Itu langkah baik. Tapi kok gak dari dulu ya. Negara kita sudah mau bangkrut. BI kalau soal suku bunga baling susah, bahkan bunga komersial sempat menyentuh 12 persen dulu. Bagaimana kita mau maju, negara- negara pesaing kita seperti Singapore, untuk bunga pinjaman sektor UKM misalnya, sangat jauh di bawah kita, bahkan mereka sebagian disubsidi, termasuk China,” ujar Jossy Rizwanto, saat ditemui di Medan, Selasa malam (22/8/2017).

Kendati demikian, kata dia, langkah Agus Marto, Gubernur BI itu bagus, artinya pemerintah mulai sadar bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal kedua tahun 2017 menjadi 5,1 sampai 5,2 persen, ibarat membangun mereka dari tidurnya.

“Angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun 2017 menjadi 5,1 sampai 5,2 persen, adalah sebuah warning keras bagi Pak Jokowi. Jangan lupa janji. Dulu saat debat dengan Prabowo pada Pilpres tahun 2014, beliau janji akan menaikkan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen. Itu melebihi pencapaian kinerja ekonomi Pak SBY yang sempat mencapai 6,5 sampai 6,7 persen. Tapi? Buktinya mana, yang ada sekarang semakin jeblok ekonomi kita,” sindirnya.

Tapi? Pemerintah juga lanjutnya harus ingat. “Jangan asal main potong anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) seperti tahun lalu. Proyek yang sudah dilelang di cut. Itu berbahaya. Ini semua gara- gara program pembangunan infrasturuturnya Jokowi. Boleh membangun tapi jangan asal srobot dan ambil uang dari mana- mana. Itu mematikan banyak perusahaan swasta terutama rekanan pemerintah, itu terjadi di pusat dan daerah. Ini berbahaya, jangan diulang lagi. Itu makanya pertumbuhan kita merosot, karena belanja pemerintah berpindah area, dan akibatnya dunia usaha atau kontraktor banyak bangkrut, PHK karyawan dan belanja konsumsi rumah tangga melemah. Itulah biang kerok penurunan pertumbuhan jadi 5,1 persen,” bebernya mengulas.

Seperti diketahui, rapat dewan gubernur BI, Selasa (22/8/2017), diputuskan memotong tingkat bunga beli kembali tujuh hari sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen.

“Itu untuk pertama kalinya sejak Oktober,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo.

Juga diturunkan suku bunga deposito 25 basis poin menjadi 3,75 persen, namun mempertahankan suku bunga pinjaman tidak berubah 5,25 persen, katanya.

“Kebijakan ini sejalan dengan upaya bank sentral menjaga stabilitas sistem ekonomi dan makro, mengingat situasi global dan domestik,” jelasnya. (hendry/friz)

 

Komentar

Komentar