Home Breaking News Demo Buruh PT MAGI Tak Kunjung Selesai

Demo Buruh PT MAGI Tak Kunjung Selesai

240
Karyawan PT.Mekar Armada Jaya berdemo, menolak PHK. (Foto: Adam Citraindonesia)

SURABAYA, CITRAINDONESIA.COM- Meski sudah berlangsung satu tahun, sengketa perburuhan di PT Multi Arthamas Glass Industry (MAGI), Jalan Kedungbaruk Tengah Surabaya belum kunjung usai.

Seperti dikutip dari beritajatim, perusahaan kaca itu masih menghadapi demo buruh dalam bentuk penghadangan pintu keluar masuk pabrik yang membuat kegiatan produksi pabrik tidak bisa berjalan normal.

Dalam aksi demonstrasi yang berlangsung Senin (27/3/2017) siang ini, terlihat ratusan sepeda motor berjajar memenuhi pintu masuk pabrik. Selain itu, terlihat juga tenda didirikan buruh.

Aksi demo dan penghadangan ini dilakukan sekitar 233 buruh terdiri dari 100 buruh yang telah di-PHK akibat efisiensi dan 133 buruh yang melakukan aksi solidaritas. Karena melakukan aksi tanpa prosedur, 130 buruh ini juga telah dipecat perusahaan. Ada 23 truk dan pick up perusahaan yang juga tidak bisa masuk areal pabrik, karena dihadang pendemo.

Koordinator lapangan FSPMI PT MAGI, Hari Ribawanto kepada wartawan di lokasi mengatakan, pihaknya melakukan mogok kerja terakhir sudah dua minggu lebih. Kasus ini sendiri sudah berlangsung 1 tahun lamanya.

“Tuntutannya kami ingin masuk kerja kembali sebanyak 233 orang yang di-PHK manajemen. Manajemen bilang ada efisiensi. Jika tidak bisa, kami minta upah gaji kami dibayar selama enam bulan atau enam kali. Yakni sejak Oktober 2016 hingga Maret 2017,” tegasnya.

Pihaknya akan tetap menduduki pabrik, jika tidak ada solusi terbaik dari perusahaan. “Hingga saat ini belum ada tanggapan dari manajemen. Sampai ada penyelesaian, kami tetap akan duduki pabrik terus,” ancamnya.

Ditemui terpisah, Jeffry Nicolas Simatupang SH MH sebagai kuasa hukum PT MAGI mengeluhkan aksi pemblokiran yang dilakukan buruh.

Menurut Jeffry, buruh memang mempunyai hak untuk melakukan aksi demonstrasi, namun aksi demonstrasi ada aturannya, termasuk dilarang melakukan aksi pemblokiran jalan akses masuk dan keluar pabrik selama 24 jam.

“Pemblokiran jalan ini merugikan perusahaan. Padahal kami masih memperkerjakan sekitar 430 karyawan. Karena itu kami meminta perlindungan pemerintah dan aparat keamanan agar kegiatan demo buruh tidak mengganggu kegiatan produksi. Aparat harus tegas. Indonesia kan negara hukum,” kata Jeffry kepada wartawan.

Jeffry menjelaskan, aksi demo buruh di PT MAGI pertama kali terjadi satu tahun silam, tepatnya 15 Maret 2016. Aksi yang berlangsung selama dua pekan pada tahun lalu itu juga membuat perusahaan lumpuh.

“Saat itu produksi MAGI terhenti, karena pembeli membatalkan order. MAGI rugi besar karena itu dan perusahaan mengajukan permohonan PHK untuk melakukan efisiensi pada Disnaker dan telah juga disetujui oleh perwakilan serikat pekerja,” ujarnya.

Namun kebijakan itu bukan saja ditolak 100 buruh yang ter-PHK tetapi juga melahirkan aksi solidaritas dari 133 buruh lainnya. Terhadap karyawan yang melakukan aksi solidaritas ini, lanjut Jeffry pihak PT MAGI sudah lima kali melakukan pemanggilan agar mereka berkerja lagi, tapi tidak diindahkan.

“Lewat pendekatan, perusahaan ingin memperkerjakan mereka kembali. Tetapi yang menjadi masalah, mereka tidak mau bekerja sesuai aturan. Maunya bekerja tidak diawasi,” tuturnya.

Tak hanya itu, akibat aksi buruh berkepanjangan beberapa peralatan pabrik mengalami kerusakan sehingga perusahaan mengalami kerugian miliaran rupiah.

“Karena itulah, perusahaan akhirnya berkonsultasi dengan Disnaker ikhwal 133 karyawan yang telah melakukan aksi demonstrasi tanpa prosedur atau melanggar UU. Keputusannya, kami bisa melakukan PHK,” katanya.

Karena merasa telah memenuhi segala prosedur sebelum melakukan PHK baik terhadap 100 karyawan yang terkena PHK karena efisiensi dan 133 karyawan yang melakukan aksi demo tanpa prosedur, lanjut Jeffry, PT MAGI berharap pemerintah dan aparat penegak hukum bisa melindungi kepentingan PT MAGI yang ingin bisa bekerja dengan tenang.

“Kami minta perlindungan aparat agar kami bisa bekerja tenang. Tidak terus menerus rugi. Kami akan berjuang sekuat tenaga untuk bisa tetap memperkerjakan 430 karyawan yang selama ini setia, loyal dan mendedikasikan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan perusahaan dan kesejahteraan karyawan,” pungkasnya.

Komentar

Komentar