Home Breaking News Defisit Neraca Perdagangan AS ke China dan Eropa

Defisit Neraca Perdagangan AS ke China dan Eropa

2405
Photo ilustrasi. (reuters).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Terjadi defisit perdagangan Amerika Serikat (AS), ke negara mitra seperti China, Jerman, periode Desember 2016. Defisit ini cukup signifikan dan mengkhawatirkan.

Penasehat perdagangan Trump menuduh Jerman tidak adil manfaatkan euro yang lemah. “Ekspor ke China, turun 4,1 persen,” ujarnya kepada reuters, Rabu WIB (8/2/2017).

Impor barang dari China jatuh 7,6 persen pada Desember. Tetapi ekspor Jerman ke AS meningkat 1,4 persen pada periode yang sama.

Kinerja ekspornya memang naik, namun tak diimbangi kinerja impor yang kian anjlok, maka defisit perdagangan AS-China sensitif secara politis. Turun 9,0 persen menjadi $ 27,8 miliar pada Desember.

“Defisit perdagangan AS- China menurun $ 20,100,000,000 untuk $ 347,0 miliar pada tahun 2016,” tambahnya mengulas.

Ekspor ke Uni Eropa melonjak 10,1 persen. Tapi khusus ekspor ke Jerman melonjak 12,4 persen.

Kesenjangan perdagangan AS- Jerman menurun 6,2 persen menjadi $ 5,3 milyar pada Desember.

Bagian terbesar impor mencerminkan harga minyak yang lebih tinggi yakni rata-rata $ 41,45 Desember 2016, tertinggi sejak September 2015.

Makanan impor mencapai rekor tinggi, seperti yang dilakukan orang-orang dari kendaraan bermotor.

Nah, total ekspor barang – jasa AS bulan Desember, meningkat 2,7 persen menjadi $ 190.700.000.000, tertinggi sejak April 2015.

Produknya tertinggi barang teknologi canggih aerospace, bioteknologi dan elektronik.

Juga terjadi peningkatan ekspor porduk industri dan barang modal, barang konsumsi dan kendaraan bermotor.

Namun, ekspor tetap dibatasi oleh kekuatan dolar tanpa henti. Dolar naik 4,4 persen terhadap mata uang mitra dagang utama Amerika Serikat tahun lalu.

Sedangkan impor barang dan jasa naik 1,5 persen menjadi $ 235,0 miliar pada Desember, tertinggi sejak Maret 2015.

Memang defisit perdagangan AS ini lebih rendah dari yang diharapkan pada bulan Desember karena ekspor naik ke level tertinggi lebih dari 0,5 – 1 persen dalam 2 tahun, melampaui kenaikan impor.

Departemen Perdagangan mengatakan kesenjangan perdagangan turun 3,2 persen menjadi $ 44,300,000,000, mengakhiri dua bulan berturut meningkat.

Defisit perdagangan naik 0,4 persen ke level tertinggi empat tahun dari $ 502.300.000.000 pada tahun 2016.

Itu mewakili 2,7 persen dari produk domestik bruto, turun dari 2,8 persen pada tahun 2015.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump berjanji untuk membuat perubahan besar untuk kebijakan perdagangan AS, dimulai keluarnya dari Trans-Pacific Partnership (TPP) diikuti 12 negara.

Trump juga ingin renegosiasi kembali Amerika Agreement Utara Perdagangan Bebas (NAFTA), ditandatangani tahun 1994 oleh Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.

Ekonom, bagaimanapun, memperingatkan bahwa kebijakan Amerika-pertama atau proteksionis dikejar pemerintah Trump ancaman kesehatan ekonomi negaranya dan bahkan dunia global.

Hasil Survei Reuters memperkirakan kesenjangan perdagangan tergelincir ke $ 45,0 miliar pada bulan Desember.

Ketika disesuaikan inflasi, defisit menurun menjadi $ 62,300,000,000 dari $ 63,900,000,000 bulan November.

Peningkatan defisit pada akhir tahun bisa mengatur perdagangan menjadi hambatan sederhana pada pertumbuhan pada kuartal pertama.

Pasar uang AS tersentuh oleh laporan karena pemerintah menerbitkan sebuah perkiraan defisit barang bulan lalu.

Perdagangan memangkas 1,7 persen dari produk domestik bruto pada kuartal keempat, meninggalkan keluaran meningkat pada tingkat tahunan 1,9 persen. ekonomi tumbuh pada kecepatan 3,5 persen pada kuartal ketiga. (oca)

 

Komentar

Komentar