Home Breaking News Daun Bayam Jadi Energi Terbarukan Hasilkan Listrik

Daun Bayam Jadi Energi Terbarukan Hasilkan Listrik

352

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Peneliti global telah mengembangkan sel yang menghasilkan listrik dan hidrogen. Sel ini berbahan asal air dengan menggunakan sinar matahari.

Sel yang menghasilkan listrik dan dikerjakan berdasarkan pada fotosintesis teknologi ini membuka jalan untuk bahan bakar bersih dari sumber terbarukan. Sel ini dikembangkan dengan menggunakan ekstrak membran sederhana dari daun bayam.

Para peneliti dari Technion- Israel Institute of Technology, Israel, menyebut sel ini sebagai bio-photoelectro- chemical (BPEC) yang menghasilkan listrik dan hidrogen dari air dengan menggunakan sinar matahari.

Bahan baku dari perangkat air, dan produknya adalah arus listrik, hidrogen, dan oksigen. Penemuan ini dipublikasikan pada Nature Communicationsbeberapa waktu lalu.

Kombinasi yang unik dari sel BPEC buatan manusia dan membran tanaman ini, mampu menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi aliran elektron yang sangat efisien. Hal ini membuka jalan untuk pengembangan teknologi baru untuk penciptaan bahan bakar bersih dari sumber terbarukan yakni air dan solar energi.

Sel BPEC yang dikembangkan oleh para peneliti didasarkan pada proses fotosintesis alami yang berlangsung pada tumbuhan, yakni bayam. Di mana keberadaan cahaya matahari mendorong elektron yang menghasilkan molekul energik kimia storable.

Hal tersebut merupakan bahan bakar dari semua sel dalam hewan dan tumbuhan di dunia. Dalam rangka untuk memanfaatkan fotosintesis untuk menghasilkan arus listrik, para peneliti menambahkan senyawa berbasis besi sebagai bagian solusinya.

Senyawa ini memediasi transfer elektron dari membran biologis untuk sirkuit listrik sehingga memungkinkan penciptaan arus listrik dalam sel.

Arus listrik juga dapat disalurkan untuk membentuk gas hidrogen melalui penambahan daya listrik dari sel fotovoltaik kecil yang menyerap cahaya yang berlebih.

Ini memungkinkan konversi energi matahari menjadi energi kimia yang disimpan sebagai gas hidrogen yang terbentuk di dalam sel BPEC. Energi ini dapat dikonversi bila perlu menjadi panas dan listrik dengan membakar hidrogen.

Namun, pembakaran hidrogen ini tidak seperti pembakaran bahan bakar hidrokarbon yang memancarkan gas rumah kaca (karbon dioksida) ke atmosfer dan mencemari lingkungan. Artinya, produk dari pembakaran hidrogen air ini bersih.

Oleh karena itu, ini adalah siklus tertutup yang dimulai dengan air dan berakhir dengan air, yang memungkinkan konversi dan penyimpanan energi surya di gas hidrogen. Konversi ini bisa menjadi pengganti energi bersih dan berkelanjutan untuk bahan bakar hidrokarbon.

Secara teknis, penelitian dilakukan oleh mahasiswa doktoral Roy I Pinhassi, Dan Kallmann serta Gadiel Saper, di bawah bimbingan Prof Noam Adir ahli Kimia, Prof Gadi Schuster dari Fakultas Biologi dan Prof Avner Rothschild dari Fakultas Material Science and Engineering.

“Penelitian ini unik karena menggabungkan ahli terkemuka dari tiga fakultas yang berbeda, yaitu tiga disiplin, biologi, kimia, dan bahan rekayasa,” kata Prof. Rothschild, seperti yang dikutip dari koran jakarta.

“Kombinasi alami (daun) dan buatan (photovoltaic sel dan komponen elektronik), dan kebutuhan untuk membuat komponen-komponen ini saling berkomunikasi, merupakan tantangan rekayasa yang kompleks yang diperlukan kita untuk bergabung,” tambah Rothschild. (pemi)

Komentar

Komentar